Kamis, 06 Januari 2011

Mengajar Itu, Seni Berkomunikasi (4)


 Oleh Srie
Penguasaan materi tidak sebatas dengan apa yang ada dalam mata pelajaran yang wajib dipelajari oleh siswa.Akan tetapi, menguasasi pula materi sejarah yang terkait langsung atau tidak langsung dengan materi apa yang akan diajarkan. Hal ini tak lain adalah untuk menambah kekayaan wawasan guru, sehingga diharapkan akan lebih baik dalam mengajarkan materi sejarah.

Sebagai contoh, saat guru akan mengajarkan materi sejarah tentang pergerakan kebangsaan Indonesia pada masa kemerdekaan, misalnya. Maka, guru harus pula menguasai atau minimal mengetahui tentang biografi tokoh-tokoh nasional, antara lain seperti Soekarno, M. Hatta, atau M. Natsir. Guru pun perlu membaca buku-buku lain yang berkaitan dengan situasi internasional pada dekade sekitar pertengahan abad ke-20. Misalnya, mengenai Perang Dunia II, dekolonialisasi internasional, dan lain-lain.     
Dalam hal seni berkomunikasi, penguasaan materi berarti pula kemampuan guru untuk memilah dengan cermat dan tepat mana materi yang perlu disampaikan secara verbal dan mana yang tidak. Tapi, cukup dengan menugaskan siswa untuk membacanya sendiri di rumah. Hal ini penting dilakukan setidaknya untuk menyiasati dua hal, yakni keterbatasan alokasi waktu dan kejenuhan. Guru perlu cerdas dalam menentukan mana saja yang perlu disampaikan secara lisan yang diharapkan akan dapat menjadi stimulasi bagi siswa agar lebih penasaran lagi untuk membaca buku sejarah di rumah.
Penguasaan materi bagi guru adalah berarti pula kemampuan dalam memilih pokok-pokok materi apa saja yang bisa dikembangkan dalam diskusi sehingga siswa terangsang untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan kearifan manusiawi melalui pelajaran sejarah. Sebagai contoh, saat mengajarkan mengenai materi kolonialisasi atau penjajahan Belandi di Indonesia, secara mudah akan muncul angka kira-kira 350 tahun sebagai lamanya Belanda menjajah Indonesia. Bukan angka 350 yang penting, tapi mengapa Belanda bisa selama itu mampu menguasai sejumlah wilayah di Indonesia dengan mudah.
Pemahaman terhadap pokok masalah tersebut akan mengantar siswa untuk lebih memahami  mengapa sebuah bangsa yang sangat kecil, dari segi jumlah penduduk, geografis dan kekayaan alam, bisa maju dan dapat mengalahkan bangsa Indonesia yang jauh lebih luas, besar dan kaya dalam waktu ratusan tahun. Materi ini dapat dijadikan sebagai pendorong bagi siswa untuk lebih memahami secara rasional mengenai mengapa sebuah bangsa bisa kalah dan tertinggal. Selanjutnya, pada akhirnya akan sampai pada mengenai pentingnya kemajuan bangsa, kemajuan pendidikan, pentingna penguasaan iptek, pentingnya penguasaan sumber daya ekonomi, pentingnya demokrasi, dan seterusnya.  
Penguasaan Kelas
Berkomunikasi adalah menyampaikan pesan kepada lawan komunikasi kita, baik secara verbal maupun non verbal, secara lisan maupun melalui isyarat tubuh, yang merupakan totalitas dari ekspresi, posisi dan gerak tubuh (body language). Pesan secara lisan dan isyarat tubuh ini kemudian diterima dan dipersepsikan oleh lawan komunikasi kita, tapi tentu saja dengan keadaan pikiran dan perasaan yang sudah pasti berbeda. Sebuah pesan lisan dan isyarat tubuh yang disampaikan oleh seseorang bisa jadi memiliki makna yang berbeda saat diterima oleh orang lain.
Pada tingkatan tertentu, perbedaan ini seringkali menimbulkan salah komunikasi (miskomunikasi) yang biasanya diawali oleh salah persepsi (mispersepsi). Miskomunikasi dan mispersepsi akan lebih mungkin terjadi apabila seseorang berkomunikasi dengan dengan lebih banyak orang, lebih beragam latar belakang, dan seterusnya. ***[Srie]
(Bersambung ....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar