Senin, 04 April 2011

Ada Bahasa Indonesia di Moto GP

Mungkin, bukan baru kali ini terjadi. Namun, jujur saja, saya baru melihatnya. Saat secara sekilas ikut menyaksikan lomba balap motor Moto GP di sirkuit Jerez Spanyol, minggu kemarin. Secara tidak sengaja, mata saya tertuju pada tulisan yang melekat di bagian samping motor balap yang dikendarai oleh Jorge Lorenzo, yang kemudian menjadi juara pertama pada putaran Moto GP di Jerez, kemarin. Ada tulisan Yamaha, Fiat, juga Petronas. Yang menjadi perhatian saya adalah ada tulisan “Semakin Di Depan”, di bagian bawah kata Petronas.

Saya perhatikan juga, Danny Pedrosa yang mengendarai motor balap Honda. Ada tulisan “Satu Hati” di bagian punggung jaketnya, juga di bagian sisi kiri motor balapnya. Akhirnya, ia menempati urutan kedua. Tentu, setelah para pesaing lainnya banyak yang bertumbangan saat mengalami kecelakaan. Sebut saja, misalnya Casey Stoner yang tahun ini berpindah menunggangi motor Honda. Juga, Simoncelli, pembalap Honda yang sempat memimpin di urutan terdepan, sebelum mengalami kecelakaan. Kecuali, Valentino Rossi (Ducati) yang meski sempat bertabrakan dengan Casey Stoner, namun ia tetap melanjutkan perlombaan hingga berhasil finish di urutan kelima.
Secara jujur, saya bukanlah penggemar acara balapan motor tersebut, kecuali hanya kebetulan ikut melihat saat anak saya yang sedang asyik menikmati balapan yang banyak terjadi kecelakaan itu. Adanya kata-kata dalam bahasa Indonesia itulah, yakni “Semakin Di Depan” untuk motor Yamaha dan “Satu Hati” untuk motor Honda yang membuat saya sempat ikut menyaksikan acara balapan motor berkelas dunia melalui siarang langsung TV swasta, meskipun hanya untuk beberapa menit saja.  
Kata-kata “Semakin Di Depan” dan “Satu Hati” memang merupakan tagline iklan bagi kedua merek motor asal Jepang tersebut. Berkali-kali, iklan kedua merek motor itu sempat saya saksikan di layar TV. Namun, tidak membuat saya begitu perhatian, karena hal itu hanyalah sebuah iklan saja. Tidak ada yang aneh, dan tidak ada yang perlu diapresiasi.
Akan tetapi, ketika tagline dalam bahasa Indonesia itu muncul di sebuah acara internasional yang sangat bergengsi dengan disaksikan oleh jutaan warga di seluruh dunia, bagi saya memiliki arti yang lain. Meskipun, hal itu tetap saja bagian dari strategi iklan, menurut saya, tetap perlu diapresiasi.  Pencantuman kata-kata dalam bahasa Indonesia di sebuah ajang internasional yang sangat bergengsi, sebagian menunjukkan betapa pentingnya Indonesia di mata kedua produsen motor Jepang itu.
Sebagai bagian dari bangsa yang bernama Indonesia, saya tentu ikut merasakan sebuah kebanggaan. Sama halnya, saat saya bangga bahwa bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa terbesar yang biasa digunakan oleh para pengguna internet di dunia maya. Sama halnya, saat saya bangga menyaksikan anak-anak Australia di sebuah sekolah sedang belajar bahasa Indonesia, dan dengan senang dan bangga mereka mempelajari dan mempraktekannya.  Tentu, ada banyak lagi sekolah-sekolah di sejumlah negara di dunia yang ikut mempelajari bahasa nasional kebanggan kita bersama.
Betapapun, hal itu masih merupakan sesuatu yang bersifat kecil. Namun, tetap saja cukup memberikan rasa bangga bagi sebagian warganya, yang sangat mencintai dan membanggakannya. Tentu saja, hal ini bukanlah cerminan dari sikap inferioritas kita terhadap bangsa-bangsa lain. Saya hanya ingin mengatakan, bahwa seharusnya perlu lebih banyak dan lebih besar lagi sederet prestasi yang dapat ditorehkan di dunia internasional, sehingga kita makin merasakan suatu kebanggan nasional. Bahwa, bangsa ini jelas merupakan bangsa yang besar, dan tugas kita untuk mempertunjukkannya di seantero dunia.
Kita masih menunggu, bagaimana Pertamina mampu mengalahkan Petronas Malaysia, misalnya. Garuda Indonesia mampu mengalahkan Malaysia Airlines (MAS) atau Singapore Airlines (SAL) di dunia penerbangan internasional. Begitu seterusnya, kita berharap Universitas Indonesia (UI), UGM, ITB dan lain-lain mampu menunjukkan kelasnya yang terbaik di dunia pendidikan, minimal di kawasan Asia. Termasuk pula, kita masih menanti agar  PSSI mampu lebih berprestasi di dunia sepakbola di Asia dan di tingkat dunia. Termasuk pula, kita masih berharap, kapan ada motor produksi dan merek bangsa sendiri yang dapat bersaing di arena balap tersebut.
Tentu, telah banyak putra-putri terbaik asal negeri ini yang telah mengharumkan Indonesia di tingkat dunia. Kita masih berharap dan mendukung sepenuhnya, ada banyak lagi putra-putri Indonesia yang berjaya di tingkat internasional, agar bangsa ini kian  lebih percaya diri, dapat berdiri dan menatap tegak dengan penuh kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang besar dan bermartabat. Hiduplah Indonesia Raya.... ***    
(Oleh Sri Endang Susetiawati)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar