Sabtu, 16 April 2011

BOM CIREBON : Hai, Engkau Yang Telah Mati Sia-Sia !

-->
Oleh Srie

Tak habis pikir ! Mengapa, bom bunuh diri itu kembali terjadi. Saat sholat Jum’at (15/4/2011) di sebuah masjid kecil di komplek Mapolres Cirebon Kota, Jabar, sebuah bom bunuh diri meledak. Pelaku bom bunuh diri meninggal di tempat, Kapolresta terluka bersama lebih dari 25 orang lainnya yang ikut sholat, termasuk seseorang yang bertugas sebagai imam sholat Jum’at.
 Hai, engkau pelaku bom bunuh diri ! Entah, siapakah engkau namamu. Tidak ada alasan apapun yang membenarkan tindak kekerasan seperti yang telah engkau lakukan di tempat suci, rumah milik Tuhan. Kau anggap tindakanmu itu mulia, dan syahid untuk menuju Syurga ? Apa yang dapat engkau jelaskan tentang para korban yang tak berdosa, yang telah engkau lukai ? Tunjukkan, ayat mana dalam al-Qur’an dan kalimat mana dalam Hadits yang dapat dijadikan sebagai sandaran pembenar atas tindakanmu itu ?
Saya yakin, seyakin-yakinnya. Haqqul Yakin ! Pasti, engkau tidak akan mampu untuk menjawabnya. Kecuali, sebuah penyesalan yang mendalam dari sebuah nyawa yang telah melayang. Kini, engkau masih sempat melihat mereka, para korban, yang tergolek lemah kesakitan, di sebuah rumah sakit. Engkau, akan sempat melihat bagaimana anggota keluarga mereka yang terlihat begitu syok, sedih dan menangis atas apa yang dialami oleh orang yang dicintai.
Saya yakin, seyakin-yakinnya. Haqqul Yakin ! Pasti, engkau akan turut menyesal pula, menangis dan meneteskan “air mata”. Ketika raga yang membungkus ruhmu berpisah. Ketika nafsu yang menjajah hatimu pergi. Dan, ketika kebodohan yang bersarang di otakmu lenyap. Pasti, saat ini, engkau sedang menyesali. Sebuah penyesalan yang sejadi-jadinya.  Selamanya.
  Pasti. Kini, engkau baru tahu. Tidak akan ada surga untukmu. Pun, walau hanya secuil pintu surga yang dapat tertatap oleh matamu, dari jarak yang sangat jauh. Tidak pula, wangi surga dan bidadari yang pernah kau dengar dan dijanjikan oleh orang-orang yang telah memerintahkanmu. Semuanya, tidak ada bagimu ! Kecuali, sebuah penyesalan yang teramat sangat dalam, bahwa engkau telah tertipu oleh janji-janji palsu.  
Lihatlah orang tuamu, kini ! Kakakmu, adikmu, atau orang-orang yang pernah dekat dan pernah engkau sayangi. Apa yang akan engkau katakan kepada mereka ? Sebuah kebanggaan bahwa engkau telah berjihad dan mati syahid, hendak menuju surga ? Ataukah, sebuah penyesalan yang sangat perih, dan sebuah permohonan maaf yang tak terkira bahwa engkau telah melakukan sebuah kesalahan yang teramat besar. Bagi dirimu sendiri, bagi kedua orangtuamu, bagi kakak atau adikmu, bagi saudara-saudaramu, bagi orang-orang yang pernah engkau kenal, dan engkau sayangi.
Hai, engkau yang telah mati sia-sia akibat bunuh diri ! Katakanlah ! Kini, jawablah pertanyaanku ! Adakah, engkau telah siap untuk menghadap, di pengadilan Tuhanmu ?  Saya yakin. Seyakin-yakinnya. Haqqul yakin ! Tidak ada keberanian sedikitpun, bagi engkau untuk melakukan pembelaan atas dirimu sendiri. Engkau, hanya akan terdiam. Mulutmu terkunci rapat-rapat. Matamu nanar, melolong, dan menatap, dengan penuh belas kasihan. Tanganmu yang akan bicara. Kakimu yang akan menjadi saksi. Bagaimana, hingga engkau telah melukai sesama kaum beriman di rumah-Nya yang suci. Dan, engkau sendiri telah bunuh diri. Sebuah tindakan berdosa, yang sangat dibenci oleh-Nya.
Hai, engkau yang telah mati sia-sia ! Sekarang, engkau katakan ! Tempat manakah yang layak untukmu, kini ? Pasti. Engkau telah mengakui. Bahwa SURGA bukanlah tempat yang pantas untukmu. Namun, NERAKA pasti akan engkau tolak juga. Karena, pasti engkau tak akan sanggup untuk memasukinya. Hingga, sang malaikat akan memaksamu terjun ke dasar jurang api yang teramat panas, berkobar dan menyala.
 Hai, engkau yang telah mati sia-sia ! Ucapkanlah kata-kata terakhirmu sebelum malaikat memaksamu. Bahwa engkau, benar-benar tidak tahu. Bahwa engkau menyesal sesesal-sesalnya. Bahwa engkau memohon ampun kepada-Nya. Bahwa engkau meminta maaf kepada mereka, para korban dan keluarganya. Bahwa engkau pun masih bisa turut berdoa :
“YA ALLAH, SADARKAN MEREKA YANG TELAH BERTINDAK KHILAF UNTUK SEGERA MENGAKHIRINYA. JANGAN ULANGI, DAN TIDAK AKAN PERNAH TERJADI LAGI....”
Akhirnya, hanya Allah yang Maha Benar, dan menentukan segalanya. *** [Srie]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar