Selasa, 12 April 2011

Guru SMP Palsukan Gelar S2 dan S3 Untuk Sertifikasi dan Jadi Pembicara

TEMPO Interaktif, Jember  - Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Jember hanya menjatuhkan sanksi mutasi atau pemindahan tugas kepada Suko Budiono, guru SMPN 1 Jenggawah yang diduga kuat memalsukan gelar. Suko diduga kuat memalsukan gelas S2 dan S3 yang selama ini untuk meraih poin sertifikasi dan menjadi pembicara di banyak tempat. 


Kepala Dinas Pendidikan nasional Kabupaten Jember, Achmad Sudiyono mengatakan, tindakan mutasi yang diberikan kepada Suko, dilakukan agar dia masih bisa mengajar, meskipun di tempat baru. Suko dipindahkan dari SMPN 1 Jenggawah ke SMPN Sukowono. "Itu baru sanksi awal kok. Biar dia tidak stres dan malu," katanya, Selasa (12/4).


Sanksi kepegawaian masih dikaji oleh Badan Kepegawaian Daerah dan Inspektorat Jember. Sedangkan sanksi pidana, masih menunggu proses hukum yang kini tengah berjalan di Pengadilan Negeri Jember. "Sanksi tegas tetap akan diterapkan.Tunggu waktu saja," katanya menambahkan.

Awalnya, gelar palsu Suko ditemukan oleh Tim verifikasi administrasi bagi guru bersertifikasi dari Universitas Jember (Unej) tahun 2010 lalu. Menurut anggota tim, Hidayat Teguh Wiyono, karena curiga, tim melakukan pengecekan gelar Suko ke Unej. "Setelah kami cek, gelar S2 dan S3 yang diakui dari Universitas Negeri Malang (UNM) ternyata palsu," kata Hidayat.

Tim juga menduga kuat, gelar Phd.Kons yang diakui dari sebuah universitas di Australia juga palsu. Selama ini, Suko sering menjadi narasumber di berbagai seminar yang diikuti guru-guru SD, SMP dan SMA yang hendak mengikuti sertifikasi. Sertifikat seminar diperlukan para guru di Jember sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi guru bersertifikasi. "Dia selalu mengenalkan identisnya sebagai DR. Suko Budiono, M.Pd., PhD. Kons," kata Hidayat.

Akhirnya, UNM Malang melaporkan kasus itu ke kejaksaan Jember. Setelah diproses secara hukum oleh kejaksaan dan pengadilan, terungkap Suko memang memalsukan sejumlah gelar yang disandangnya itu.
Menurut Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Achmad Sujayanto, Suko  memalsukan ijazah dengan mengubah nomor, nama, gelar magister menjadi doktor, tanggal lahir, serta mengganti foto dan cap jari, dari ijazah milik Esa Nur Wahyuni, alumni Pascasarjana UNM.

Jaksa, kata Sujayanto, menjerat Suko dengan pasal berlapis yakni pasal 264 junto 263 KUHP,dan Pasal 69 Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara dengan denda 500 juta rupiah. "Kasus ini sudah tiga kali disidang.Rencana pekan depan sudah tahap penuntutan," katanya menambahkan.

Mahhbub Djunaidy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar