Rabu, 04 Mei 2011

Perbedaan, Adalah Pilihan (Kehendak) Tuhan !


Oleh Sri Endang Susetiawati
Mulailah, kita biasa menghargai perbedaan. Mengapa ? Karena perbedaan adalah sebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Mengapa ? Karena, perbedaan adalah kehendak dan pilihan Tuhan. “Seandainya Tuhanmu  menghendaki, tentu berimanlah semua orang di muka bumi, tanpa kecuali. Apakah engkau (hai Muhammad) akan memaksa umat manusia sehingga mereka menjadi beriman ? Tiadalah seseorang beriman melainkan dengan izin Allah....” demikian pernyataan Tuhan dalam salah satu ayatnya (Q.S. 10 : 99-100).
Itu adalah contoh perbedaan pada tingkat keyakinan. Lalu, bagaimana perbedaan pada tingkat yang lebih konkret lagi ? Tentu, prinsipnya tidak akan jauh berbeda. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Mengapa perbedaan itu harus ada ? Karena itulah yang menjadi dasar adanya alam semesta, termasuk diri kita sebagai manusia. Perbedaan telah ada sejak pada tingkat mikro, yaitu unsur pembentuk seluruh materi alam semesta, termasuk diri kita.  
Bayangkan, andai seluruh unsur materi itu semuanya sama, maka semesta ini hanyalah berupa hamparan luas energi semata yang tak berbentuk apapun. Tidak akan pernah ada, yang namanya bintang, matahari, planet, bumi, bulan, air, udara, tanah, dan tidak akan pernah ada diri kita sebagai manusia. Bukankah, hakikat dari materi itu adalah energi ? Albert Einstein meneguhkan pernyataan ini dengan menyebut kesetaraan antara energi dan materi melalui rumusnya yang terkenal : E = mC².
Maka, Tuhan pun menghendaki adanya perbedaan.  Pada tingkat mikro atomik, lahirlah partikel berbeda yang kita kenal dengan proton dan elektron sebagai unsur pembentuk dasar adanya atom yang berbeda-beda, seperti Carbon, Hidrogen, Oksigen, Aurum, Uranium, dan lain-lain. Dari rangkaian atom inilah, kemudian muncul adanya molekul sebagai zat unsur pembentuk materi, yang bersifat benda fisik. Ada yang berupa benda padat, cair atau gas. Dan, dari unsur-unsur yang berbeda inilah, kehidupan itu terbentuk, antara lain berupa tumbuhan, hewan dan diri kita sebagai manusia.
“Tuhan menciptakan seluruh isi alam semesta ini dari zat yang satu (rotqo), kemudian  berkembanglah menjadi sekian banyak perbedaan...”
Perbedaan adalah sebuah kenyataan, dan inilah pilihan Tuhan. Karena ada perbedaan, maka ada kehidupan. Maka, hargailah perbedaan. Karena, hal itu berarti kita menghargai kehidupan. Termasuk pula, berarti kita menghargai atas kehidupan diri kita sendiri.
Demikian, terima kasih.
Salam Persahabatan

Srie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar