Kamis, 05 Mei 2011

Tips Menulis Bagi Anak : Pengalaman Naik Kapal Perang


Oleh Sri Endang Susetiawati
Jelang H-3 rencana perjalanan menuju ke Surabaya, dua anakku yang masih duduk di bangku SD, menyapaku di depan pintu. Ini tidak biasanya. Baru saja saya pulang mengajar dari sekolah.
“Mah, enak enggak naik kapal perang....?” tanya Raza, anakku yang masih duduk di Kelas IV SD.
Memang saya mendapat undangan dari TNI AL untuk menghadiri acara peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2011 sekaligus menerima piagam dan hadiah langsung dari KSAL Laksamana TNI Soeparno sebagai salah seorang Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional TNI AL untuk Kategori Umum. Acaranya dilaksanakan di KRI Surabaya, salah satu kapal perang milik TNI AL. Makanya, saya harus menginap semalam di salah satu ruang VIP di kapal tersebut.
“Tidak tahu, atuh...” jawabku singkat.
Adiknya yang baru Kelas II SD ikut bicara juga.
“Mah, kalau Aka sama Aa ikut ke Surabaya, boleh enggak ?” tanya Azka, sang adik berusaha mendesak.
Sudah saya duga, pasti arahnya ke situ. Karena, mereka sudah beberapa kali untuk minta ikut  ke Surabaya, kota yang belum pernah dikunjunginya. Saya masih pura-pura belum paham maksud dari anak-anak. Lalu, saya ajukan syarat kepada mereka.
“Boleh. Tapi, ada syaratnya !”
“Asyik...... Apa syaratnya, Mah ?” tanya Raza girang.
“Kalian harus bawa buku dan pulpen. Terus, tulis pengalaman kalian selama di perjalanan”
“Yes ! Asyik.... Siap, Mah !” jawab mereka berdua, seolah sudah kompak.
Ternyata, trik saya untuk membiasakan anak-anak menulis ada benarnya. Mereka mampu menuliskan banyak hal tentang  apa yang dilihat, diketahui, dan dialami, sejak persiapan berangkat, selama di perjalanan, selama di kapal perang, hingga selama perjalanan pulang kembali ke rumah.  Dua buku diary yang tebal, masing-masing berisi penuh dengan catatan selama perjalanan mereka.
Ada cerita tentang lamanya menunggu hari H, cerita ke teman-teman sekolah dan gurunya bahwa mereka akan ke Surabaya, cerita naik kendaraan, cerita di kapal perang, cerita Jembatan Suramadu, cerita tentang suporter Bonek Persebaya, cerita Persela Lamongan, dan lain-lain. Memang, begitulah cara saya untuk membiasakan anak-anak agar mau menulis. Setiap kali hendak pergi ke luar kota, maka saya selalu minta syarat kepada mereka untuk menuliskan pengalamannya selama di perjalanan pada sebuah buku khusus.  Sebagian dari hasil tulisan mereka, saya kirimkan ke sejumlah media cetak, atau dimasukkan ke dalam Blog. Jelas, hal ini akan membuat mereka bangga dan mau untuk terus menulis. 
Apa Tips untuk menulis, khususnya bagi anak-anak ? Jawabnya cukup sederhana saja, yaitu :
1. Ceritakan apa yang pernah dialami.
2. Biasakan untuk menulis.
(Bersambung)
Demikian untuk sekedar saling berbagi, terima kasih.
Salam Persahabatan

Srie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar