Jumat, 11 November 2011

Learning Society di Zaman Informasi


Oleh Sri Endang Susetiawati
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK atau ICT) diakui telah berlangsung begitu pesat dalam dua dasa warsa terakhir ini. Namun, dampaknya bagi kehidupan masyarakat, bisa jadi masih teramat minim disadari oleh banyak orang. Apa dampak paling signifikan dari perkembangan TIK terhadap masyarakat ?

Dampaknya adalah terjadinya perubahan penting yang telah membawa masyarakat pada  suatu babak yang baru, yaitu zaman informasi, dimana informasi telah menjadi salah satu elemen terpenting dalam masyarakat. Pada zaman ini, informasi merupakan faktor sentral dalam masyarakat pasca industrial, yang disebut masyarakat informasi.
Bell (1979) menyebutkan bahwa dalam sistem ekonomi tahap pasca industrial, terjadi peralihan dari memproduksi barang-barang menuju masyarakat informasi, yakni masyarakat yang berdasarkan informasi (information bassed society), dengan bangkitnya kaum profesional dan teknisi sebagai kelas sosial yang demikian unggul (pre-eminent) menggantikan kaum wiraswastawan niaga. Pengetahuan menjadi titik sumbu inovasi (the pivot of innovation) dan pembuat kebijakan, serta teknologi merupakan kunci pengendalian masa depan.
Mengutip dari buku Zulkarimein Nasution (1989), secara lebih spesifik lagi, Rogers (1986) memberikan rumusan masyarakat informasi sebagai :
“...suatu masyarakat dimana mayoritas angkatan kerja terdiri dari para pekerja informasi, dan dimana informasi merupakan elemen yang paling penting. Jadi, masyarakat informasi mencerminkan suatu perubahan yang tajam dari masyarakat industrial dimana mayoritas tenaga kerja bekerja dalam pekerjaan manufacturing, seperti perakitan mobil dan produksi baja, dan yang merupakan elemen kunci adalah enerji.
.... Kontras dengan itu, para pekerja individu pada masyarakat informasi adalah mereka yang aktivitas utamanya memproduksi, mengolah dan mendistribusikan informasi, dan memproduksi teknologi informasi” 
Kehadiran sejumlah operator telekomunikasi dengan tingkat persaingan yang tinggi, serta berkembangnya media sosial berbasis online,  merupakan sebagian dari indikasi kuat bahwa masyarakat Indonesia telah memasuki babak baru, yakni zaman informasi. Masyarakat Indonesia, kini telah menjadi masyarakat informasi,  dimana kita telah berada di dalamnya. Kini, kita telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari zaman dan masyarakat informasi dengan segala bentuk karakteristik, manfaat dan implikasi yang dapat ditimbulkannya.   
Dengan makin berkembangnya teknologi dan bentuk sarana komunikasi yang kian beragam dan kini lebih bersifat massif, maka manfaat praktisnya pun tidak semata hanya terkait dengan masalah yang bersifat ekonomi, namun telah merambah hingga pada manfaat politik bagi kalangan politisi dalam meraih dan memelihara dukungan simpati dari konstituennya, serta manfaat sosial, seperti yang digunakan oleh para Ketua RT, ibu-ibu pengajian atau pegiat Posyandu, pelaku arisan, komunitas blogger, komunitas pelajar dan remaja, dan lain-lain.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, yang begitu sangat pesat telah memberikan peluang yang sangat luas dan bervariasi bagi siapapun untuk memperoleh akses informasi dan beragam bentuk komunikasi. Teknologi komunikasi yang berkembang saat ini dalam beragam bentuk multimedia audio visual, dan sistem transmisi data kabel dan nirkabel, seperti GPRS, 3G dan 4 G, secara fixed ataupun mobile, telah memungkinkan beragam pilihan bagi setiap orang ataupun lembaga berdasarkan kepentingan, selera dan kemampuannya masing-masing.
Perkembangan teknologi komunikasi telah mampu menggabungkan berbagai macam sistem teknologi komunikasi yang telah ada selama ini, mulai dari teknologi percetakan (koran, majalah), media elektronik (radio, TV), broadcasting, komputer (internet, media online), satelit, serat optik, dan lain-lain. Secara praktis, teknologi informasi dan komunikasi pun telah mampu mengintegrasikan berbagai layanan publik, antara lain layanan telepon seluler, perbankan, bisnis, jurnalistik, entertainment, wisata, religi, pendidikan,   pemerintahan dan lain-lain.
Kemudahan akses informasi telah memberikan kesempatan yang sangat luas kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan yang dianggap cocok dan berguna bagi dirinya. Dengan demikian, proses belajar dapat dilakukan oleh seseorang pada setiap saat, kapanpun dan dimanapun selama akses informasi, seperti internet, tetap tersedia, tanpa dibatasi oleh latar belakang profesi, sosial ekonomi, dan bahkan usia sekalipun.
Kondisi ini amat memungkinkan bagi terselenggaranya suatu konsep belajar sepanjang hayat (long-life education) dalam masyarakat belajar (learning sosiety) yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam sistem pendidikan nasional. Masyarakat informasi adalah masyarakat belajar, di mana selalu terjadi peningkatan dan pembaruan pengetahuan secara terus-menerus melalui kegiatan membaca, baik melalui buku konvensional, maupun melalui informasi dari internet.
Perlunya belajar sepanjang hayat, bagi seseorang dimaksudkan agar ia memiliki kemampuan dalam mengatasi masalah dalam hidupnya, selanjutnya dapat meningkatkan mutu kehidupannya. Dalam learning society, produktifitas masyarakat selalu terpacu dalam melahirkan karya-karya yang kreatif, bermutu dan berdaya saing yang tinggi. Pada tingkat global, learning society diperlukan untuk meningkatkan keunggulan dan daya saing bangsa Indonesia atas bangsa-bangsa lain di dunia.
Dalam kaitan inilah, maka media sosial berbasis online seperti Kompasiana, merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya learning society. Di samping sebagai sarana belajar bagi masyarakat, dalam konteks yang lebih luas, Kompasiana pun dapat dilihat sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing bangsa di dunia internasional. Media online, memang harus berdampak positif dan sehat bagi masyarakat, bukan sebaliknya.
Bagaimana dengan pendapat Anda ?
Sekian, terima kasih
Salam Persahabatan
Srie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar