Kamis, 09 Juni 2011

Mengapa Harus Kecewa ?


Oleh Sri Endang Susetiawati
Harapan adalah cahaya yang menerangi kita dari gelap. Kedua kaki ini akan dapat melangkah untuk menelusuri lorong yang terasa hampir tak berujung. Hanya terang cahaya di tepi  sana yang meyakinkan diri bahwa gelap itu akan ada akhir.

Kapankah akhir itu akan bermula ? Akhir adalah ujung dari ikhtiar kita. Setiap titik yang terlewati merupakan rangkaian ihtiar yang mengiringi takdir. Semesta akan menuntunmu dalam melangkah. Di suatu titik. Takdir akan menjatuhkan vonis atas seluruh ihtiarmu. Di situlah akhir akan bermula.  
Akankah vonis takdir itu selaras dengan harapanmu ? Kecewa dan bahagia adalah pilihan takdirmu. Kecewa adalah harapan yang tak berbalas. Sedangkan bahagia adalah harapan yang kini seolah menjadi milikmu.
Seolah ? Iya ! Karena bahagia sejatinya tidaklah benar-benar engkau miliki untuk selamanya. Bahagia akan hilang dan pergi tanpa perlu mendengar alasan sedikitpun darimu. Ada saatnya kecewa itu akan berkunjung jua.
Mengapa harus kecewa ? Ihtiar adalah gerak di setiap ayunan langkah kaki yang menapak di atas waktu. Tak sedikitpun seseorang memiliki kuasa atas waktu. Pun engkau tak kuasa untuk mengubah takdir-takdir yang ada sesuai dengan kehendak dan seleramu. Hanya pilihan yang sangat terbatas yang engkau miliki. Takdir manakah yang akan engkau pilih ?
Mengapa harus takdir kecewa yang engkau pilih ? Ketika kuasa itu tak kau miliki sedikitpun. Kecuali ruang yang sangat sempit dari berjuta kemungkinan yang akan terjadi. Kecewa adalah takdir yang hampir berjuta kemungkinan akan menghampiri. Lalu, mengapa tidak engkau singkirkan saja kecewa itu dari pilihan takdirmu.
Gerak itu membutuhkan waktu. Maka, ayunkan langkah kakimu dengan mantap dan tenang. Sabar adalah kuncinya. Ikhlas adalah penawar hatimu yang gelisah. Do’a akan memastikanmu bersatu dalam kehendak semesta.
Teruskan gerak ayunan dari kedua langkah kakimu. Setapak demi setapak, tanpa perlu engkau menengok lagi ke belakang dengan perasaan yang ragu. Hingga engkau akan sampai di ujung lorong yang gelap.
Lalu, cahaya akan segera menyapa kedua matamu dengan terang. Takdirmu akan menghampirimu. Saatnya, Tuhan akan memberimu bahagia.... ***
Demikian, terima kasih
Salam Persahabatan
Srie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar