Kamis, 10 November 2011

Perkembangan Teknologi, Apa Pengaruhnya Bagi Pendidikan Sekolah ?

Oleh Sri Endang Susetiawati
Apa pengaruh yang paling signifikan dari perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komuniksasi (TIK) terhadap dunia pendidikan sekolah ? Pengaruhnya adalah terjadinya perubahan paradigma pendidikan dari paradigma pengajaran (teaching) menjadi paradigma pembelajaran (learning). Jika paradigma pengajaran mengandaikan guru sebagai pusat belajar dan siswa menjadi obyek belajar, maka pada paradigma pembelajaran, siswa lah yang menjadi subyek dan sekaligus pusat dari proses belajar mengajar di sekolah.

Mengapa harus terjadi perubahan paradigma ? Karena, perkembangan TIK yang begitu sangat pesat telah menyediakan lebih banyak beragam sumber belajar secara lebih mudah, murah dan cepat. Kini, sumber pengetahuan tidak lagi menjadi monopoli guru. Siswa dapat belajar dan menambah pengetahuannya tanpa perlu harus melalui guru, karena siswa dapat langsung mengakses beragam informasi yang tersedia di “perpustakaan maya”, baik melalui fasilitas komputer pribadi (PC), laptop atau telepon genggam. Sebuah jenis perpustakaan baru yang sangat luar biasa dalam hal beragam informasi atau pengetahuan yang tersedia dengan akses yang lebih mudah, cepat dan murah, yang dapat dilakukan kapanpun dan dari manapun.
Dalam buku “Menuju Masyarakat Belajar, Menggagas Paradigma Baru Pendidikan”, Mantan Dirjen Dikdasmen Depdiknas (kini Kemendiknas), Indrajati Sidi, Ph.D (2002) menjelaskan bahwa perubahan visi belajar di sekolah sesuai dengan visi pendidikan UNESCO abad ke-21, yang lebih mendasarkan pada paradigma learning, tidak lagi pada teaching. Keempat visi pendidikan itu adalah  (1) learning to think (belajar berfikir, berorientasi pada pengetahuan logis dan rasional), (2) learning to do (belajar berbuat / hidup,  berorientasi pada how to solve the problem,  (3) learning to be, (belajar menjadi diri sendiri, berorientasi pada pembentukan karakter), dan (4) learning to live together (belajar hidup bersama, mengarahkan pada kerja sama dan sikap toleran). 
Perubahan paradigma ini, tentu saja, akan berpengaruh pada fungsi dan peran guru yang tidak lagi menjadi sentral atau segala-galanya bagi para muridnya. Kini, guru harus lebih berperan sebagai fasilitator belajar bagi siswanya, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat kemampuan dan minatnya masing-masing. Guru harus lebih berfungsi sebagai motivator bagi para siswanya, terutama mengenai bagaimana agar siswa dapat sukses belajar dan siap dalam menghadapi dunia riil di masyarakat usai lulus sekolah nanti. Guru pun harus lebih mengarahkan siswanya agar belajar untuk membiasakan diri dalam memecahkan beragam masalah yang terjadi di masyarakat atau masalah yang akan dihadapi oleh mereka kelak.
Perubahan paradigma ini juga akan mengubah cara guru dalam mengajar di ruang kelas. Kini, guru harus lebih banyak memberikan kesempatan kepada para siswa untuk dapat belajar secara aktif melalui pendekatan dialogis. Metode pengajaran ceramah yang cenderung bersifat monologis, perlu diganti dengan metode pengajaran dialogis yang dapat merangsang siswa agar lebih banyak bertanya atau berpendapat dalam suasana diskusi yang menyenangkan. Dengan metode dialogis, siswa diharapkan akan lebih berminat dalam membaca, baik membaca buku pelajaran, buku pengayaan atau membaca informasi yang ada di dunia internet.
Dalam jangka panjang, model pendekatan dialogis ini akan dapat membangun kemampuan logika berfikir siswa yang lebih sistematis dan cerdas. Siswa akan lebih mampu dalam mengemukakan pendapatnya sendiri dengan kata-kata atau kalimat yang disusun sendiri berdasarkan logika dan kerangka berfikir sendiri. Siswa akan terbiasa memahami berbagai pendapat yang berbeda dari teman-temannya, sekaligus membiasakan diri untuk mengembangkan sikap toleransi dan semangat bekerjasama dalam beragam perbedaan yang terjadi. Tentu saja, hal ini berarti sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang akan jauh lebih efektif dalam pembentukan karakter dan kerpibadian siswa yang positif.  
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), memang sudah seharusnya dapat memberikan pengaruh yang positif bagi pendidikan sekolah. Bagi guru, hal ini merupakan tantangan tersendiri agar lebih mampu menyesuaikan diri dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya sebagai tenaga pendidik. Sementara itu, bagi siswa sendiri, hal tersebut merupakan peluang yang sangat terbuka lebar untuk memperoleh lebih banyak lagi beragam manfaat positif selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Bagaimana dengan pendapat Anda ?
Demikian, terima kasih.
Salam Persahabatan
Srie

1 komentar:

  1. salam silaturahmi . . .senang bisa berkunjung dihalaman luar biasa anda. . .menambah wawasan serta informasi sukses selalu dan tetap semangat.
    Obat Kanker Payudara Stadium 4

    BalasHapus