Kamis, 29 September 2011

Di Arab Saudi, Perempuan Menyetir Mobil Akan Dihukum Cambuk?

Oleh Sri Endang Susetiawati
Bersyukurlah, wahai kaum perempuan di Indonesia. Dalam hal kebebasan mengemudi mobil di jalanan umum, ternyata Indonesia jauh lebih maju dari pada di Arab Saudi. Di negeri kerajaan ini, seorang perempuan yang mengemudikan mobil akan terkena hukuman berupa cambukan sebanyak 10 kali.
Itulah yang terjadi pada diri Shema, seorang perempuan Arab yang pada bulan Juli lalu dianggap bersalah oleh pengadilan di Arab Saudi karena mengemudikan mobil di kota Jeddah. Berdasarkan undang-undang yang masih berlaku di negara tersebut hingga saat ini, perbuatan mengemudikan mobil di jalan umum merupakan tindakan yang dilarang oleh hukum negara. Ancaman pidananya, adalah dicambuk  sebanyak 10 kali.

Beruntung, Raja Arab Saudi, Abdullah, dikabarkan telah membatalkan putusan pengadilan tersebut. Sebuah keputusan yang disambut gembira oleh banyak pihak, bukan saja oleh keluarga Shema dan para pegiat hak-hak kaum perempuan di sana. Namun, juga disambut gembira oleh anggota keluarga kerajaan Arab Saudi sendiri. Dalam sebuah akun twitternya, Putri Amira al-Taweel, istri Pangeran Alwaleed bin Talal menuliskan,
"Syukur kepada Tuhan, hukuman cambuk untuk Shema dibatalkan. Terima kasih untuk raja tercinta.... Saya yakin semua perempuan Saudi merasakan kegembiraan.. "
Keputusan mengenai pembebasan hukuman cambuk atas perempuan yang mengemudikan mobil ini keluar hanya selang dua hari setelah Raja Abdullah mengeluarkan keputusan lain yang sangat penting dalam sejarah kerajaan Saudi. Dua hari lalu, Raja Abdullah baru saja memutuskan bahwa kaum perempuan di Arab Saudi diperbolehkan memberikan suara dan mencalonkan diri dalam pemilihan umum tahun 2015. Sebuah kebebasan berpartisipasi politik yang baru diperoleh kaum perempuan di negeri itu, sementara di negeri lain, termasuk di Indonesia, kaum perempuan telah menjadi hal yang biasa sejak lama.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, puluhan kaum perempuan di Arab Saudi sengaja mengendarai mobil di sejumlah kota-kota di negeri petro dollar dalam upaya protes untuk menekan agar pihak kerajaan mengubah undang-undang. Sementara itu, menurut sejumlah laporan Women2drive, masih ada dua perempuan lain yang akan diadili tahun ini atas dakwaan yang sama.
Kelompok Women2drive, terus mengkampanyekan hak perempuan untuk dapat mengendarai mobil di Arab Saudi, dan menyatakan mereka siap mengajukan banding, bila perempuan yang menyetir itu benar-benar hendak dihukum cambuk. Najalaa Harriri, salah seorang yang akan diadili, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa ia perlu mengemudikan kendaraan untuk mengantar anak-anaknya.
Hmm.... bagaimana, jika keadaan seperti itu terjadi di negeri ini, dan mengenai diri anda, wahai kaum perempuan Indonesia? Dalam hal ini, sekali lagi, bersyukurlah wahai kaum perempuan Indonesia. Sayangnya, justru kaum perempuan kita masih ada yang harus terpaksa untuk datang jauh-jauh mencari pekerjaan di sana dengan segala risiko yang akan ditanggungnya.
Kapan, Indonesia mampu memberikan kebebasan yang lebih leluasa atas kaum perempuan untuk dapat memperoleh pekerjaan yang layak di negerinya sendiri? Agar mereka benar-benar dapat merasakan pula kebebasan untuk mengemudikan mobil miliknya sendiri. Entahlah. *** By Srie.
Salam Persahabatan

Srie

Sumber berita : www.bbc.co.uk

2 komentar:

  1. mungkin kalau masalah pekerjaan yg layak tidak hanya kaum perempuan bu, kaum laki-laki pun masih banyak yg belum mendapat pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.....mungkin kalau masalah pekerjaan yg layak tidak hanya kaum perempuan bu, kaum laki-laki pun masih banyak yg belum mendapat pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.....

    BalasHapus
  2. Ck ck, jadi kita yang lebih beruntung. Bisa menyetir mobil bukan karena presiden kita.

    BalasHapus