Jumat, 21 Oktober 2011

Berubah Menjadi Kemendikbud, Mohammad Nuh Siapkan Agenda Utama


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh telah menyiapkan dua agenda utama kementerian baru terkait keorganisasian dan substansi sebagai konsekuensi yang segera diselesaikan terkait perubahan fungsi dari kemdiknas menjadi kemdikbud.

"Untuk urusan keorganisasian akan ada dua direktorat jenderal yang selama ini menangani terkait dengan kebudayaan sebagai bagian dari kementerian kebudayaan dan pariwisata akan masuk di kemdikbud menjadi direktorat jenderal kebudayaan. Dua ditjen kami gabungkan jadi satu ditjen," kata Mohammad Nuh didampingi Wamendikbud bidang pendidikan, Musliar Kasim dan Wamendikbud bidang kebudayaan, Wiendu Nuryanti, di Jakarta, Rabu .


Mendikbud menambahkan, dengan adanya satu direktorat jenderal baru maka akan diselesaikan juga terkait dengan kepegawaian, tugas pokok dan fungsi, dan ukuran kinerjanya.

"Harus disusun APBN 2012 sudah memasukkan organisasi yang baru itu. Insya Allah bisa diselesaikan dalam dua bulan. DPR secara umum sudah memberi persetujuan perubahan nama dari Kemdiknas menjadi Kemdikbud," katanya.
Sementera terkait agenda substansi, Mendikbud menjelaskan, selama ini ada pandangan bahwa budaya tidak bisa dipisahkan dari pertimbangan ekonomi. Pandangan lain menyatakan kebudayaan jangan dijadikan faktor ekonomi, tetapi sumber nilai yang melekat di dalam manusia.

"Kebudayaan sebagai tuntunan terkait dengan nilai , tetapi kebudayaan sebagai tontotan bagian dari sumber ekonomi dan itu tidak boleh dipisahkan," katanya.
Menurut Mendikbud, budaya sebagai tuntunan menjadi bagian pendidikan, tetapi sebagai tontonan bagian dari pariwisata yang merupakan sumber ekonomi. Tujuan utamanya nilai budaya melekat pada proses pendidikan. "Itu pulalah kenapa kita canangkan pendidikan karakter yaitu membangun budaya sekolah."
Ia lebih lanjut mengatakan masuknya budaya dalam proses pendidikan untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap nilai budaya sendiri.
"Agenda substantif berikutnya adalah menggali warisan-warisan yang belum tergali dan belum ditemukan. Kalau ini bisa kita sinkronkan proses pendidikan dan pembudayaan melalui produk-produk budaya dan kita eksplor apa yang sudah diwariskan maka akan menjadi kekayaan yang luar biasa," katanya.
Pesan Presiden
Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim menyampaikan, pihaknya diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memajukan pendidikan sehingga peserta didik tidak hanya mempunyai kecerdasan yang baik, tetapi juga mempunyai karakter Indonesia.
Selain itu, kata dia, pihaknya diminta bagaimana agar tamatan sekolah atau perguruan tinggi selaras dengan kebutuhan pasar. "Saya akan menjalankan visi kementerian yang kita buat bersama. Tidak ada visi wamen, tetapi yang ada visi Kemdikbud yang akan kita jalankan bersama-sama," ujarnya.
Wamendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti menyampaikan, ada beberapa hal yang akan dilakukan menindaklanjuti penataan kembali kabinet yang baru dan arahan presiden.
Ia mengatakan, terkait pembangunan kebudayaan di Indonesia maka pada akhir tahun ini akan merampungkan cetak biru panduan membangun kebudayaan. "Pada cetak biru ini akan berisi kebijakan sampai dengan 20 tahun ke depan. Akan menjadi pedoman bagi semua langkah-langkah pembangunan kebudayaan di Indonesia," katanya.

(T.Z003/S006)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar