Senin, 07 November 2011

9 Tips Atasi Masalah Hutang Yang Mencekik (1)

Oleh Sri Endang Susetiawati

Pernahkah anda mengalami hidup serasa terhimpit oleh beban yang sangat berat, atau merasa tercekik gara-gara banyak hutang? Hari-hari penuh stres, cemas, dihantui oleh perasaan tidak tenang, pada setiap pekan atau tiap bulan yang selalu dikejar-kejar oleh tagihan? Atau, setidaknya pernahkah anda merasa hidup seolah selalu kekurangan?
Jika iya, ikuti terus penjelasan dalam tulisan ini. Semua masalah hutang yang mencekik berakar dari fakta tak terbantahkan, bahwa pengeluaran hampir tak terbatas, sedangkan pendapatan pasti terbatas. Pengeluaran akan selalu jauh lebih mudah, dibandingkan dengan pendapatan yang harus ditebus dengan susah payah, atau setidaknya harus dengan cara bekerja. Entah bekerja sebagai karyawan yang digaji atau sebagai pengusaha yang “menggaji” diri sendiri.

Ada hasrat konsumsi yang menyebabkan seseorang merasa selalu tidak puas, sehingga cenderung untuk terus melakukan pengeluaran hampir tanpa batas untuk memenuhi segala kepuasannya. Semakin tinggi pendapatan seseorang, akan cenderung semakin tinggi pula pengeluaran yang akan dilakukan.
Tanpa sadar, akhirnya berapapun pendapatan yang akan diperoleh, akan cenderung dihabiskan seiring dengan masih tingginya hasrat konsumsi yang dimiliki oleh seseorang. Hasrat konsumsi cenderung ingin selalu dipuaskan, termasuk pula dengan cara harus berhutang.
Masalah hutang, selalu berawal dari adanya ketimpangan antara pendapatan dan pengeluaran, dimana pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Untuk menutupi ketimpangan atau kekurangan tersebut, biasanya seseorang akan jauh lebih mudah dengan cara berhutang, baik secara tunai (pinjam uang) maupun dalam bentuk kredit barang melalui pembayaran cicilan.
Masalah hutang akan menjadi lebih serius manakala hutang yang satu belum lunas, namun dengan “terpaksa” atau disengaja harus menambah hutang baru. Apalagi, bila hutang dikenai bunga yang sangat tinggi, atau bunga berbunga, semisal hutang ke rentenir atau hutang berupa pemakaian kartu kredit. Pada tahap ini, hutang, kemudian benar-benar telah menjadi beban yang nyaris tak dapat ditanggung sendirian.
Jika anda mulai terbelit oleh masalah hutang yang cukup mencekik, sekali-kali ada baiknya bila anda mempertimbangkan tips berikut ini yang merupakan bagian dari langkah-langkah dalam mengatasi masalah hutang yang mencekik, antara lain adalah:
Pertama, niatkan untuk tidak menambah hutang baru, sebaliknya berusaha sekuat tenaga untuk menutup terlebih dahulu sebagian dari hutang yang lama. Sangat dibutuhkan tekad yang kuat, disiplin tinggi dan sikap yang konsisten agar tidak terus terjebak pada hutang secara terus-menerus. Kegagalan dalam berdisiplin diri untuk tidak berhutang lagi, akan berdampak pada kegagalan anda dalam mengatasi hutang yang kian sulit, dan makin mencekik.
Kedua, pangkas habis-habisan segala jenis pengeluaran yang dianggap bisa dipangkas, terutama yang tidak terkait dengan kebutuhan yang sangat mendasar, meskipun dengan resiko adanya penurunan tingkat standar dan gaya kehidupan anda dan keluarga sehari-hari. Bedakan, mana pengeluaran yang benar-benar objektif, dan mana yang subjektif, yang biasanya lebih dipengaruhi oleh faktor gengsi, kesan bermerek, atau bujuk rayuan penjual barang atau tergiur penawaran kredit uang . Batasi secara ketat jumlah maksimal pengeluaran bulanan yang telah ditetapkan, sehingga diharapkan dapat menuju pemulihan keuangan keluarga.
Ketiga, untuk memperoleh uang tunai, bila perlu juallah sebagian dari barang milik anda, jika ada barang berharga yang tidak terlalu diperlukan, tidak terlalu berfungsi dan tidak produktif. Menjual barang yang dimiliki tersebut, akan jauh lebih baik dan efektif daripada harus meminjam uang lagi (berhutang lagi) untuk membayar hutang yang lama. Sejauh mungkin, hindari praktek gali lubang tutup lubang.*** By Srie.

(Bersambung....... Klik di sini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar