Senin, 07 November 2011

9 Tips Atasi Masalah Hutang Yang Mencekik (2)

Oleh Sri Endang Susetiawati

Keempat, usahakan ada hutang yang tertutupi dengan hasil penjualan barang tersebut, dimulai dari hutang yang paling mungkin dilunasi, dan memberi dampak paling memberatkan, terutama dalam hal tingginya bunga. Keberhasilan menutup sebagian hutang, akan mengurangi beban dan berdampak langsung atas ketenangan hidup, serta meningkatkan kemampuan anda dalam mengatasi masalah hutang berserta segala akibatnya pada tahap selanjutnya.

Kelima, capailah target keuangan yang seimbang, yakni bagaimana caranya agar pengeluaran menjadi seimbang atas pendapatan. Keberhasilan mengatasi hutang, berawal dari terciptanya keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Jika keuangan terus saja tidak seimbang, maka hutang akan selalu ada dan akan terus menghantui anda. Capailah posisi bulanan keuangan anda dalam keadaan positif, bukan selalu defisit.
Keenam, kunci paling utama dan paling segera dapat dilakukan dalam menuju keseimbangan keuangan adalah dengan cara berusaha terus menekan pengeluaran hingga ada uang tersisa yang dapat ditabung, betapapun hanya sedikit saja. Selalu ada resiko yang harus ditanggung dalam upaya mencapai keseimbangan tersebut, terutama terkait dengan adanya korban perasaan sebagai akibat dari pengurangan pengeluaran uang.
Ketujuh, usahakan fokus juga pada upaya memperoleh pendapatan tambahan, tanpa harus menambah resiko atau pengeluaran baru. Hindari selalu hal-hal yang hanya akan menambah pengeluaran, dan jauhi berbagai hal yang hanya akan mengurangi peluang untuk memperoleh tambahan pendapatan baru. Benahi kebiasaan dan pola hidup agar lebih bermanfaat, tidak sia-sia dan bersifat produktif untuk menunjang perbaikan keuangan.
Kedelapan, biasakan hidup hemat, menabung dan jauhi hidup konsumtif, apalagi harus melalui cara pembayaran kredit. Jika masih bisa ditunda, biasakan membeli sesuatu dengan cara tunai, bila perlu dengan cara menabung terlebih dahulu, meski untuk waktu yang dianggap cukup lama. Ungkapan “jika tidak beli kredit, maka tidak akan pernah punya barang” sebagian besar tidak memiliki dasar yang kuat. Pembelian barang secara kredit, hanya dianjurkan untuk keperluan yang lebih bersifat sangat penting, mendesak dan berdimensi jangka panjang, antara lain pembelian rumah secara kredit, atau membangun rumah sendiri dengan pinjaman dari bank. Hutang pun hanya lebih cocok untuk kepentingan pengembangan bisnis yang mulai berkembang.
Kesembilan, rencanakan semua keuangan anda, baik penngeluaran ataupun pendapatan dalam jangka waktu tertentu ke depan. Ketenangan hidup, sebagiannya akan diperoleh bila anda memiliki tabungan yang cukup dan memiliki perencanaan yang cukup jelas, terkait dengan perkiraan kebutuhan yang akan dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya.
Akhirnya dapat dikatakan, bahwa dalam hal ini, perjuangan hidup seseorang hakikatnya berada pada perjuangannya untuk bisa menabung, sehingga bisa terbebas dari hutang yang menghimpit dan mencekik. Dengan menabung, seseorang pun akan lebih punya kemampuan untuk dapat merencanakan hidup secara lebih baik. Jika demikian, maka kehidupan seseorang akan jauh dari perasaan selalu kekurangan, sebaliknya ia akan selalu merasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diperoleh.
Itulah, maka dalam Islam ada ajaran tentang shaum, puasa, yang berarti berusaha menahan diri. Dalam konteks masalah ini, maka puasa berarti upaya untuk menekan hasrat konsumsi agar manusia mampu kembali pada fitrahnya. Yakni, kembali pada pengeluaran yang dianggap sewajarnya, sesuai dengan tingkat kemampuan dan pendapatan yang diterimanya. Biasakan untuk menahan kesenangan sesaat di waktu sekarang, untuk memperoleh kesenangan dalam jangka panjang di masa depan. Masa depan itu jauh lebih baik dari pada masa sekarang.*** By Srie

Salam Persahabatan
Srie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar