Selasa, 08 November 2011

Bertekad Mandiri, Pedagang K-5 Dirikan “Bank Tolak Miskin”


Tekad kemandirian untuk bertahan hidup, membuat sejumlah penghuni Kampoeng Ilmu membuat inovasi. Kehidupan di Kampoeng Ilmu mencerminkan kehidupan untuk kebersamaan dan ekonomi kerakyatan. Atas dasar itulah dibentuklah sebuah lembaga keuangan yang menopang sendi perekonomian di Kampoeng Ilmu.
Uniknya lembaga keuangan yang berupa bank dan diberi nama 'Bank Tolak Miskin'. Pendanaan bank ini bersumber dari penghuni Kampoeng Ilmu atau permodalan bersumber dari anggota.Kordinator Kampoeng Ilmu Budi Santoso mengatakan berdirinya bank ini dipicu dari kesulitan permodalan pascarelokasi pedagang pada 2008 lalu.

 "Akhirnya SPKLB (Serikat Pedagang Kaki Lima Bubutan) membentuk sebuah bank sebagai lembaga keuangan untuk menopang kesulitan uang para pedagang. Pendanaannya bersumber dari urunan para pedagang setiap hari," kata Budi saat berbincang-bincang dengan okezone di kantin Kampoeng Ilmu.
 Ada sekira 56 pedagang buku di Kampoeng Ilmu yang menyumbang sebesar Rp1.000 per hari. Budi menceritakan, saat ini sudah terkumpul uang di bank tersebut sebesar Rp183 juta. Sistem yang digunakan adalah kepercayaan. Pedagang yang butuh uang hanya datang ke bank. Karena berbentuk bank, maka ada sistem bunga yang diberlakukan. Bunga untuk setiap pinjaman hanya Rp1.000 per dua pekan.
"Katakan jika ada yang pinjam Rp1 juta maka dalam dua minggu harus dikembalikan Rp1.000," terang pria asal Jember ini.
Bank Tolak Miskin ini dikelola oleh sekretaris Kampoeng Ilmu yang dibantu dua orang staf yang tak lain juga dari para pedagang buku. Perputaran ekonomi di Kampoeng Ilmu kian menggeliat seiring banyaknya pengunjung yang datang. Dalam satu hari perputaran uang mencapai Rp16 juta. Jumlah tersebut jika dipukul rata setiap kios menjual Rp250 ribu per hari.
"Dengan melihat pertumbuhan ekonomi di kampoeng ilmu ini, dalam 1-2 tahun ke depan uang di Bank Tolak Miskin akan mencapai Rp1 milliar," ucap Budi penuh optimis.
Pernah suatu ketika ada sebuah bank ternama di Indonesia menawarkan kerja sama untuk penambahan modal di Bank Tolak Miskin ini, namun tawaran tersebut ditolak.
Alasannya sederhana, jika bank tersebut masuk secara tidak langsung nuansa Kampoeng Ilmu yang diusung lama-kelamaan akan terkikis. "Bank itu juga menawarkan akan menempatkan sejumlah pegawainya itu stand by di Bank Tolak Miskin, kami tetap menolak," kata bapak dua anak ini.

(Okezone.com/kem)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar