Rabu, 16 November 2011

Cara Menulis Artikel Bagi Pemula (1): Menyalin Ucapan Menjadi Tulisan


Oleh Sri Endang Susetiawati

Pernahkah menulis sebuah tulisan artikel? Seorang teman mengajukan beberapa kali pertanyaan. Bagaimana sih caranya bisa menulis artikel dengan mudah? He..he.. Penasaran ya? Tidak apa-apa. Hal itu cukup bagus untuk memulai belajar menulis artikel.  
Pada prinsipnya tidak ada yang tiba-tiba menjadi mudah. Selalu akan diperlukan proses pembiasaan. “Ala bisa karena biasa” demikian kata-kata peribahasa Jawa yang masih cukup relevan hingga saat ini. Jika sudah biasa, maka menulis artikel yang ringan akan merupakan kegiatan yang cukup mudah saja.

Bagi mereka yang belum pernah sama sekali menulis artikel, khususnya untuk di-publish, berikut ini cara praktisnya.
Pertama, sering-seringlah membaca tulisan artikel milik orang lain. Pahami isinya, apa maksud dan tujuan dari tulisan tersebut. Lebih banyak tulisan artikel yang dibaca, tentu akan jauh lebih baik.
Kedua, berikan komentar atas tulisan artikel punya orang lain itu, terutama dari isi tulisan. Apakah anda setuju atau kurang setuju terhadap isi artikel itu? Apakah anda memiliki catatan mengenai isi tulisan tersebut? Di bagian manakah, atau dalam hal apakah catatan tersebut? Jawablah sejumlah pertanyaan tersebut secara lisan berdasarkan poin per poin masalah yang anda tanggapi atau komentari. Agar lebih mudah diingat, sebaiknya pon per poin itu anda catat dalam selembar kertas catatan.
Ketiga, anggaplah anda sedang berhadapan dengan seseorang atau teman anda, lalu ia menanyakan sejumlah pertanyaan yang hampir sama. Misalkan, bagaimana tanggapan anda mengenai isi artikel itu? Apakah anda setuju dengan isi artikel tersebut? Apakah anda punya catatan khusus mengenai isi artikel itu? Menurut anda, bagaimana sebaiknya mengenai hal yang diulas dalam artikel tersebut? Ulangi beberapa kali jawaban anda hingga benar-benar paham, mudah dan lancar diucapkan. Nah, selanjutnya tulislah jawaban-jawaban anda itu apa adanya berdasarkan jawaban lisan anda. Kunci pertama, belajarlah menyalin kata-kata lisan anda dengan tulisan.
Untuk sementara, biarkan hasil tulisan anda apa adanya. Bagaimana agar tulisan itu menjadi baik dan menarik, akan diulas pada tips lanjutannya.
Anda pun dapat menyalin kata-kata lisan menjadi tulisan saat mengetahui informasi tentang sesuatu yang dianggap menarik atau penting untuk diketahui oleh umum. Berikut ini cara praktis unuk menulisnya.
Pertama, anggaplah ada seorang teman atau wartawan yang hendak mengetahui informasi itu langsung dari anda sendiri. Mereka ingin meminta tanggapan secara langsung dari anda, dan saat itu juga langsung menemui anda.
Kedua, teman atau wartawan itu mengajukan sejumlah pertanyaan, antara lain apa yang anda ketahui tentang informasi itu? Siapa? Dimana? Bagaimana ceritanya? Mengapa bisa begitu? Bagaimana tanggapan anda sendiri atas peristiwa tersebut? Apa saran atau masukan anda agar peristiwa itu tidak terulang lagi? Jawablah pertanyaan-pertanyaan itu secara lisan. Anggaplah anda sedang mengobrol biasa saja dengan santai.
Ketiga, pertanyaan-pertanyaan teman atau wartawan itu kini anda jawab secara tertulis, hampir sama dengan jawaban yang anda sampaikan secara lisan. Biarkan tulisan apa adanya, yang terpenting isi tulisan sudah mewakili apa yang ingin diungkapkan secara lisan. Menyalin jawaban lisan menjadi jawaban tulisan adalah awal proses belajar anda dalam menulis artikel.
Memang, cara pertama paling mendasar dalam menulis artikel adalah membiasakan menyalin kalimat atau kata-kata lisan menjadi tulisan. Itu saja dulu, biasakanlah dengan cara berulang-ulang membaca dan mengomentari artikel-artikel milik orang lain, atau menjawab sejumlah pertanyaan teman yang ingin mengetahui informasi dari anda.
Agar tulisan menjadi mudah dan mengalir lancar, usahakan anda beranggapan sedang mengobrol dengan santai bersama teman anda sendiri. Hindari sebuah keadaan yang seolah-olah anda berada dalam situasi yang amat serius, hingga menjadi tegang dan akhirnya akan mengalami kesulitan dalam menuangkan tulisan.*** By Srie
(Bersambung......)
Salam persahabatan

Srie

1 komentar:

  1. kalau saya pertama belajar menulis artikel biasanya saya memperhatikan kata pembuka dari setiap paragraf (misalnya artikel anda yang dimulai dari Pernahkah, Pada prinsipnya. Hal itu biasanya saya catat sebagai referensi bahan menulis kreatif. Dengan cara ini saya lebih mudah dalam menyusun kata selanjutnya.

    BalasHapus