Rabu, 16 November 2011

Kunci Sukses Belajar, Berpikir Positif (3): Cari Jalan Keluar, Bukan Cari Alasan

Oleh Sri Endang Susetiawati
Mungkinkah, hal ini dikarenakan siswa sudah terbiasa dengan model pertanyaan yang berbentuk pilihan ganda ? Pilihan jawabannya telah tersedia, dalam pilihan a,b,c,d, atau e, sehingga yang dibutuhkan cenderung hanya tinggal mencocokkan saja. Barangkali, siswa kurang terlatih untuk mengembangkan sebuah jawaban berdasarkan pengetahuan, pemahaman dan logika berfikirnya sendiri secara bebas dan  terbuka. Entahlah...., mungkinkah itu ?.
Biasakanlah berfikir secara positif dengan tidak menanggapi suatu masalah dengan cara menyalahkan pihak lain atau sesuatu yang di luar diri sendiri. Karena, jika kamu biasa berfikir negatif, maka akibatnya akan berpengaruh secara negatif pula terhadap diri sendiri. Sebaliknya, berfikir positif akan memberikan dampak positif pula terhadap diri sendiri. Berfikir positif akan lebih memahami sisi lain yang positif, yang dapat diambil, kemudian dilakukan tindakan oleh diri sendiri.

Lihatlah, bagaimana seorang anak yang selalu disibukkan oleh hal-hal yang bersifat negatif yang berasal dari diri orang lain atau lingkungan di sekitarnya. Dia selalu saja menyalahkan orang lain, atau mengeluh tentang lingkungan sekolah yang kurang kondusif. Ia mengeluh juga tentang kondisi di rumah dan keluarganya yang dianggap kurang menguntungkan. Lalu, semuanya itu ia jadikan alasan bagi dirinya untuk bersikap negatif pula, untuk bermalas-malasan dalam belajar, atau bahkan tidak mau belajar sama sekali.
Jika kamu melihat ada kekurangan pada cara mengajar guru yang kurang kamu sukai, atau kamu memang kurang suka terhadap suatu mata pelajaran, maka berusahalah untuk menjadikannya sebagai tambahan motivasi untuk lebih giat belajar. Tidak perlu meratapi keadaan orang tuamu atau keluargamu di rumah yang dianggap banyak kekurangan. Namun, tunjukkanlah bahwa dalam keadaan yang demikian kamu tetap masih bisa berprestasi di sekolah.
Inilah yang disebut dengan berfikir positif. Selalu mengambil hikmah atas suatu kejadian, atau selalu melihat sisi yang baik atas suatu masalah. Selanjutnya, semuanya itu dijadikan motivasi bagi diri sendiri dalam melakukan perbaikan. Yakinlah, bahwa setiap orang pasti memiliki cerita dan jalan keluarnya masing-masing untuk dapat berprestasi. Tugas kamu adalah carilah jalan keluar itu agar kamu dapat memperbaiki cerita sendiri di masa yang akan datang.  
“Seorang yang gagal, biasa disibukkan dengan selalu mencari kekurangan atau kesalahan orang lain untuk dijadikan sebagai pembenar bagi tindakannya. Sementara orang yang berhasil, lebih disibukkan  dengan selalu mencari jalan keluar, memperbaiki kekurangan dan membenahi kesalahan dirinya sendiri” ucap sang guru.
Tugas belajar adalah tugas bagi diri sendiri, yang hasilnya akan dimanfaatkan bagi diri sendiri pula. Jika belajar merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi kebutuhan bagi seseorang untuk hidup sukses, maka tidak ada kata lain, kecuali melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Maka, tidak ada alasan apapun yang menghalangi seseorang untuk tidak belajar bagi kepentingan dirinya sendiri. Belajarlah, dengan menjadikan diri sendiri sebagai pengendali keberhasilan dan kamu tidak mudah terhalang oleh berbagai dalih atau alasan, yang seringkali menyesatkan dan akhirnya merugikan diri kamu sendiri. *** By Srie.
(Bersambung.....)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar