Rabu, 16 November 2011

Nanti, Guru Pun Bisa Menjadi Siswa Lemhanas

TEMPO Interaktif, Jakarta - Lembaga Ketahanan Nasional menargetkan produk kajiannya menjadi acuan dan rujukan tingkat internasional pada 2025. Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji mengatakan produk kajian lembaga ini diharapkan menjadi rujukan di level regional ASEAN pada 2015, lalu Asia Pasifik pada 2020.
"Pada 2025 Lemhannas harus sekelas dengan institusi-institusi internasional dalam pendidikan calon-calon pemimpin dan thinktank negara ini," kata Budi Susilo dalam pertemuan dengan pemimpin media di Gedung Lemhannas Kebon Sirih Jakarta pagi ini, Rabu 9 November 2011.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan hal itu, Lemhannas akan meningkatkan komposisi siswa yang belajar di lembaga ini. Jika saat ini hanya terdiri dari militer dan calon menteri atau direktur jenderal, nantinya akan diperluas dan melibatkan kalangan media, partai politik, pengusaha, guru, pegiat LSM dan lain-lain.
Budi menjelaskan, saat didirikan pada 1965 lalu oleh Presiden Soekarno, Lemhannas hanya memiliki 38 siswa terdiri dari militer dan beberapa calon pejabat. Semakin lama jumlah siswa yang belajar di lembaga ini semakin bertambah dan berasal dari berbagai kalangan, termasuk saat ini dari partai politik.
Peserta dari daerah luar Jawa, terutama Indonesia timur, juga akan diperbanyak. Demikian pula peserta dari negara asing. Saat ini sudah ada siswa dari luar Jawa meski jumlahnya tidak besar dan beberapa peserta dari 13 negara asing.
"Untuk TNI dan negara sahabat akan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Program pendidikan reguler akan ditingkatkan," kata dia lagi.

KARTIKA CANDRA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar