Kamis, 17 November 2011

New Venture (1) : Masalah Kemiskinan dan Lingkungan Hidup


Oleh Srie

New  venture, atau dalam bahasa Indonesia berarti usaha baru, merupakan sebuah konsep yang lahir dari dua masalah pokok dalam masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Masalah pertama adalah masalah kemiskinan yang merupakan fenomena umum yang terjadi di sebuah negara berkembang, termasuk di Indonesia. Jumlah warga  miskin di Indonesia pada tahun 2010 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) adalah di sekitar angka 8 % atau sekitar 19 juta orang.[1]

Sementara itu, masalah yang kedua adalah masalah lingkungan hidup. Profesor Emil Salim (1988 : 18)[2] menyatakan bahwa masalah yang dihadapi secara serius oleh warga dunia, khsususnya masyarakat di negara-negara berkembang adalah semakin berkurangnya daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia, sebagai akibat dari proses pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Akibat dari eksploitasi lingkungan di mana-mana sebagai konsekuensi dari laju pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri yang mencemari lingkungan telah menyebabkan masalah serius bagi kelangsungan hidup masyarakat yang menempati lingkungannya.
Kesadaran akan dua masalah pokok di atas, sampai pada suatu pertanyaan penting. Yaitu, bagaimanakah upaya-upaya yang dapat dilakukan agar dapat mengurangi kemiskinan, namun sekaligus pula tidak merusak kelestarian lingkungan ? Lingkungan hidup harus dijadikan sebagai bagian yang tak terpisah dari komponen upaya pengurangan kemiskinan. Tidak lagi mengikuti paradigma lama yang lebih menekankan pada aspek pembangunan ekonomi demi upaya mengatasi kemiskinan, namun aspek lingkungan hidup menjadi terkorbankan, dengan terjadinya lingkungan yang makin tidak ramah terhadap para penghuninya.
Kemiskinan adalah sebuah keadaan yang dialami oleh seeorang, keluarga atau masyarakat yang diakibatkan, pertama-tama karena ia atau mereka tidak memiliki pekerjaan. Karena tidak memiliki pekerjaan atau menganggur, maka ia tidak memperoleh pendapatan yang seharusnya dapat digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup bersama keluarganya. Pekerjaan adalah hal yang sangat mutlak harus ada agar kemiskinan dapat diatasi. Perluasan lapangan kerja, dengan demikian, menjadi suatu keharusan dalam mengatasi sebuah kemiskinan.
Fenomena kemiskinan, bukan hanya karena seseorang tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Bisa jadi, seseorang itu telah bekerja, namun pendapatan yang diperolehnya dianggap masih jauh dari besarnya kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam keadaan ini, jalan keluar yang dapat diberikan adalah meningkatkan penghasilannya dari pekerjaannya semula, berpindah ke pekerjaan yang lebih tinggi penghasilannya atau menambah pekerjaan baru melalui kegiatan usaha. 
Dalam kaitan inilah, maka pengertian new ventura secara umum adalah terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan melalui pengembangan usaha baru[3]. Usaha baru yang berkembang diharapkan akan meningkatkan penghasilan seseorang dan sekaligus membuka peluang pekerjaan yang lebih luas bagi orang-orang yang membutuhkan.  Pengertian new ventures secara umum ini berarti sebuah pendekatan atau program pengembangan usaha baru melalui pengembangan kewirausahaan.  
Sementara itu, secara khusus,  new venture dapat pula dipahami sebagai sebuah pendekatan baru dalam program pengembangan usaha. Dalam pengertian ini, maka new venture merupakan penerapan yang nyata dari sebuah upaya terpadu dalam hal pengentasan kemiskinan, pengembangan usaha dan pelestarian lingkungan hidup[4]. Sebagai sebuah acuan, maka dapat dijelaskan mengenai contoh penerapan new venture ini berdasarkan apa yang telah dilakukan oleh World Resource Institute (WRI), sebuah lembaga riset independen yang bermarkas di Washington, DC, Amerika Serikat. *** [Srie]
 (Bersambung.......)


[1] Lihat www.bps.or.id
[2] Lihat Emil Salim (1988),pada pengantar Hari Depan Kita Bersama, Jakarta : PT. Gramedia.
[3] Lihat Chapter Seven New Venture.
[4] Lihat New Venture, artikeldigital di www.new-ventures.or.id

1 komentar:

  1. andi dan jajang dari kls 8e....saya setuju dengan masalah kemiskinan dan lingkungan hidup

    BalasHapus