Rabu, 02 November 2011

Tiap Hari, Penduduk Indonesia Tambah 10.000 Jiwa

BOGOR - Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan hasil dari melemahnya program KB di era otonomi daerah ini dipetik saat dilakukan sensus penduduk tahun 2010.

"Jumlah penduduk mencapai 237,6 juta jiwa, melampaui angka proyeksi yang hanya 234 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduk naik dari 1,47 persen per tahun antara 1990-2000 menjadi 1,49 persen per tahun pada periode 2000-2010," ucap Sekretaris Utama BKKBN Sudibyo Alimoeso, di Jambuluwuk Bogor, Rabu (2/11/2011).


Kata Sudibyo, ini berarti terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak sekitar 3-4 juta jiwa setiap tahun atau sekitar 10 ribu bayi lahir setiap hari.

"Ini jumlah yang sangat banyak dan akan memberikan implikasi terhadap ketersedian berbagai kebutuhan hidup, yang pada gilirannya akan memberikan pengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat," katanya.

Celakanya, lanjut Sudibyo, data hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 membuktikan bahwa kelahiran pada keluarga yang kurang mampu lebih banyak dibanding dengan keluarga mampu dan berpendidikan. Pada keluarga yang kurang mampu Angka total fertilitas (TFR) tiga anak per wanita sedangkan pada keluarga mampu hanya TFR 2,3 per wanita.

"Hal ini berarti tanggungan yang berat tidak hanya menjadi beban masyarakat yang miskin tetapi juga beban pemerintah sebab persoalan bagi keluarga miskin berkaitan erat dengan kemampuan mereka mengakses pelayanan kesehatan dan pendidikan," lanjutnya.

Hal ini, kata Sudibyo, akan menambah angka kemiskinan yang bukan sekedar miskin tetapi juga tidak sejahtera sehingga membawa resiko negatif yang harus ditanggung masyarakat luas dan pemerintah.

(okezone/ful)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar