Sabtu, 11 Februari 2012

Buntut Dugaan Asusila, Noer Fajrieansyah Dipecat Sebagai Ketum PB HMI

RMOL. Noer Fajriansyah sudah diberhentikan dari Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Hal ini sesuai hasil Rapat Harian PB HMI yang dilakukan kemarin malam (Kamis, 9/2).

Selain memberhentikan Fajri, dalam rapat itu juga menunjuk Dwi Julian sebagai Pj Ketua Umum PB HMI.

M. Arbayanto, kader HMI yang pernah menjadi Kabid Hukum dan HAM PB HMI, dan ikut dalam rapat pleno itu, mengatakan, pemberhentian ini tidak lepas dari adanya kasus amoral yang telah mencoreng nama baik organisasi oleh Fajri, sebagaimana diakui HMI-wati Niskalawati. Niskalawati mengaku telah berkali-kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Fajri dan terpaksa membongkarnya karena Fajri tak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Fajri dinilai sudah tidak punya i'tikad baik untuk memperbaiki citra HMI yang digadang-gadang isu amoral itu. Bahkan upaya klarifikasi, melalui Pleno PB HMI, secara personal, hingga tuntutan adanya sumpah secara Islami tak diindahkan oleh Fajri.

Tentu saja HMI resah dengan pengakuan Niskalawati, sehingga upaya meminta klarifikasi terus dilakukan. Namun, kata Arbayanto, Fajri tak pernah sedikitpun mengindahkan upaya resmi melalui pintu organisasi. Terakhir, pada Kamis (9/2) sore saat digelar adanya sumpah Islami terhadap Fajri di Masjid Sunda Kelapa juga harus digagalkan, karena yang bersangkutan sudah tidak mengindahkan.

"Ini menunjukkan bahwa Fajri telah melakukan pencemaran nama baik secara pasif karena tidak mau mengklarifikasi. Padahal ini isu yang sangat prinsipil bagi HMI. Sehingga kami mengambil alih kepemimpinannya di HMI," kata Arbayanto kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat malam, 10/2).

"Sejak tadi malam, Fajri bukan lagi Ketua Umum HMI," kata dia. [dem]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar