Kamis, 23 Februari 2012

Niskalawati Bantah Soal Isu Amoral Ketum PB HMI

RMOL. Isu amoral yang membelit Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) perlahan mengerucut pada dugaan politisasi. Kabar hubungan amoral antara Ketua Umum PB HMI, Noer Fajrieansyah dengan Wasekjen Bidang Kewirausahaan PB HMI, Niskalawati, dinilai cuma manuver politik oknum organisasi yang ingin membawa HMI dalam kepentingan politis.

Niskalawati yang selama ini memilih diam, akhirnya angkat bicara. Kepada wartawan dia menceritakan, hubungannya dengan Fajri (Noer Fajrieansyah) selama ini tidak lebih sebatas sesama pengurus HMI. Bahkan, dia mengenalnya Fajri jauh sebelum menjadi orang nomor satu di HMI, yaitu saat acara Dies Natalis HMI ke 63 di Perpustakaan Nasional Salemba, Februari 2010.


Dari perkenalan itu, Niskalawati mengaku terjalin hubungan pribadi yang lebih dekat hingga Fajri menjadi Ketua Umum PB HMI. Hubungan yang terjalin, katanya, masih dalam batas wajar dan tidak melebihi dari koridor-koridor norma agama dan sosial.

"Kalaupun ada hubungan pribadi sesama pengurus HMI, itu tidak melanggar AD/ART," tegasnya kepada wartawan di Sekretariat PB HMI, Jakarta, Rabu (22/2).

Ironisnya, hubungan pribadi mereka digunakan oknum organisasi yang ingin membawa HMI dalam kepentingan politis. Salah satu jalannya adalah menjatuhkan kursi Fajri dari kursi puncak.

"Isu yang melibatkan saya dan Fajri tidak lebih upaya untuk menyingkirkan Ketum dan menyeret HMI dalam kepentingan politik praktis," ujarnya.

Dia melihat, kini upaya menyeret HMI ke dalam kepentingan politis yang dilakukan segelintir oknum organisasi tidak berhasil. Karena itu dia berharap setelah adanya klarifikasi ini isu yang ingin menghancurkan HMI dari dalam segera berakhir.

"Isu amoral bahwa saya pernah hamil dan kemudian aborsi itu tidak benar. Karena saya tidak pernah melakukan zinah sebagaimana yang dituduhkan," tekan Niskala lagi.

Dia selama ini lebih memilih diam dan mencari tahu apakah benar dirinya yang digosipkan dengan Fajri. Apalagi, berita yang disebar hanya lewat blog pribadi yang tidak jelas sumbernya. Namun, setelah banyak teman-temannya yang menanyakan kebenaran kabar tersebut, dan beberapa media online menyebut namanya, baru dia memberanikan diri angkat bicara.

"Yang paling saya sesalkan adanya oknum HMI yang langsung menyebarkan isu tanpa verifikasi di media. Begitupula, internal HMI tidak menclearkan isu ini lewat mekanisme rapat harian ataupun presidium yang jelas-jelas setiap minggu diadakan di PB HMI untuk menepis isu ini," paparnya.

Sementara itu, Sekjen PB HMI, Basri Dodo, menegaskan dengan adanya klarifikasi ini seluruh gerakan yang mengatasnamakan HMI diminta untuk tidak lagi memperkeruh suasana. Basdo, sapaan akrabnya memberi peringatan kepada oknum HMI untuk mentaati Konstitusi dengan tidak lagi memainkan isu yang jelas terbantahkan kebenarannya.

Sedangkan, Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten, Rudy Gani mengakui, banyaknya kepentingan politik yang ingin menarik HMI membuat situasi dan kondisi internal organisasi dihadang berbagai isu. Namun, hal itu justru membuat kader HMI, khususnya di cabang di wilayah Jabotabeka- Banten semakin solid.[ald]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar