Senin, 13 Februari 2012

Pecat Noer Fajrieansyah, Murni Kembali Ke Khithah Perjuangan HMI

RMOL. Ketidakmauan Noer Fajriansyah mengikuti sumpah yang diadakan pengurus PB HMI di masjid Sunda Kelapa, Kamis (9/2) pekan lalu, sangat disayangkan. Sebab, itu adalah tempat pembuktian bagi Fajri terkait kasus amoral yang menimpanya.

Jika isu perzinahan dan kunjungan ke Vatikan dikatakan Fajri telah dijadikan komoditi politik oleh kelompok sakit hati dan fitnah besar, maka seharusnya dia berani melakukan sumpah secara Islami yang di gagas oleh kader-kader HMI Jakarta dan 7 staf Ketua PB HMI itu, jangan tidak hadir dan malah beralasan yang tidak jelas.

Demikian disampaikan Rahmat Sholeh, mantan Ketua HMI Cabang Jaktim dan Presidium Aliansi Komisariat Seluruh Indonesia (Aksi) Jaktim beberapa saat lalu (Senin, 13/2).


"Saya sebagai kader HMI sangat menyayangkan hal itu, kenapa kanda Fajri tidak hadir dalam acara sakral itu dan malah terkesan menghindar. Seharusnya kanda Fajri bisa bertanggung jawab secara moral dan organisasi agar permasalahan ini tidak membawa citra buruk bagi organisasi HMI. Karena dampaknya nanti ke komisariat-komisariat sebagai ujung tombak pengkaderan," kata Rahmat.

Rahmat menambahkan, terkait dengan sejumlah Pengurus PB HMI yang kemudian mengambil alih kepemimpinan Noer Fajriansyah sesuai hasil Rapat Harian PB HMI, pada Kamis (9/2) malam, dan menunjuk Kanda Dwi Julianto sebagai Ketum Pj PB HMI, harus didukung bersama oleh kader karena hal itu sebagai jalan untuk menyelamatkan HMI ke depan. Hal itu juga sudah sesuai dengan landasan Quran dan Hadis serta AD/ART HMI.

"Apalagi ini murni untuk mengembalikan HMI ke khittah perjuangan sesungguhnya. Ini bukanlah kepentingan politik dan murni menyelamatkan HMI, terutama dari skandal moral dan penggadaian ideologi HMI ke Vatikan yang jelas-jelas berseberangan dengan nilai-nilai ke-Islaman HMI," terangnya.

Sampai saat ini, kata Rahmat, dirinya dan kader HMI lainnya sedang dan terus melakukan konsolidasi ke daerah-daerah. Saat dihubungi, beberapa saat lalu, Rahmat sedang melakukan konsolidasi dengan Badko Sumatera Barat dan Riau. Yang lainnya, Laode Ahmadi (Kabid PPD HMI Jaksel), Aziz Fadirubun (Kabid PTKP Jaksel) dan M Awab (PTKP HMI Cabang Jakarta Raya ikut bersama dengan Rahmat. [dem]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar