Kamis, 23 Agustus 2012

Isak Bunda di Pantura



Bunda... di manakah tempat ini?
Di tempat yang kita tidak akan lagi merasakan kesusahan, sayang...

Asyiiiikkk....
Bunda... benarkah?
Benar sayang.... harapan yang lempang...
Saatnya kita.. untuk bisa terus tersenyum... dan penuh tawa....


Bunda... lihatlah! Rumah kita sangat luas....
Iya sayang... rumah yang nyaris tak terlihat dinding-dinding yang menyekat...

Oh iya, Bunda?
Iya sayang... halaman yang luas ... mengajakmu untuk leluasa bisa bermain dan berlari...
Bersama teman.. dan saudara...

Betapa senangnya, Bunda....
Iya sayang.... ambillah makanan apa saja yang paling disuka....
Tanpa harus menunda...

Hmm.. senangnya...
Bunda... wajah bunda terlihat putih...
Iya sayang... wajahmu juga.. jauh lebih putih...
Kita berhias busana indah serba putih, sayang...

Sesaat...
Senyap menyelinap...
Telinga si kecil menangkap sesuatu..
Wajahnya berbalik arah...

Bunda... lihat di TV!
Banyak orang...
Itu kan motor ayah...
Bukan sayang... motor ayah masih ada di rumah..

Bunda.. itu ayah... tertidur di jalan..
Bukan sayang.... itu orang lain...

Bunda.... itu Nisa.. berpelukan dengan bunda...
Bukan sayang... itu orang lain...

Bunda... itu kita.... tertidur di jalan...
Hiiiii.... berdarah....
Sudahlah sayang.... ayo ke sini... dekaplah bunda..

Si kecil terdiam...
Kedua matanya menatap kosong...
Kesedihan... tak mampu lagi disembunyikan...
Selanjutnya... hanya geleng-geleng kepala....

Lalu ia mendekat.... memeluk Bunda....
Dan... menangis..
Merasakan kesakitan....

Tidak... !!! Bunda.... !!!
Maafkan ayah dan bundamu sayang....

Keduanya terisak...
Suaranya lirih....
Bersahutan...

Seiring berita arus balik mudik yang terus terdengar...
“Satu keluarga tewas terlindas! Tiga pemudik bermotor yang terdiri atas suami-istri, dan 1 anak berusia 5 tahun tewas terlindas bus di jalur Pantura,...”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar