Sabtu, 18 Agustus 2012

Tunjangan Profesi Guru Telat Bayar, Ini Alasan Kemendikbud


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Sumarna Surapranata mengakui bahwa tunjangan profesi guru (TPG) kerap terlambat sampai pada guru penerima. Penyebab utamanya, ungkap Sumarna, dana itu urung dikirim karena banyak guru yang terganjal syarat penerimaan saat verifikasi data dilakukan.

"Ada guru yang tidak dibayar karena enggak memenuhi waktu minimal mengajar 24 jam. Kalau tetap dibayar, nanti kena sanksi," kata Pranata, Jumat (17/8/2012), di gedung Kemdikbud, Jakarta.
Dia menambahkan, penyebab lainnya adalah dana yang tersedia di kas umum daerah tidak mencukupi. Kekurangan dana itu terjadi karena banyak guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang naik golongan sehingga berpengaruh pada perubahan gaji pokok guru tersebut. Pasalnya, nominal TPG untuk guru PNS adalah satu kali gaji pokok.
"Akhirnya banyak daerah yang mencari cara untuk menyiasati hal itu," ujarnya.
Keterlambatan pembayaran TPG terjadi merata hampir di seluruh daerah. Banyak guru yang mengeluh karena di masa memasuki triwulan ketiga, TPG triwulan pertama dan kedua belum juga diterima.
Pemerintah berdalih, dana tunjangan telah diserahkan semua melalui pemerintah kabupaten/kota.  Keterlambatan terjadi karena ada kesalahan di tingkat daerah. [Editor : Caroline Damanik]
Pada kesempatan lain, Plt Dirjen Pendidikan dasar Kemendikbud, Suyanto menambahkan, mengurus tunjangan guru tidak sesederhana seperti mengurus dana BOS. 
"Karena apa? Urusan guru banyak sekali variabelnya yang menyebabkan memper lambat terhadap pencairan tunjangan itu," kata Suyanto. 
Ia mencontohkan seperti kenaikan gaji pokok guru akan mengubah besarnya tunjangan, jumlah jam mengajar harus diverifikasi oleh daerah sehingga bisa menyebabkan kelambatan. 
"Kalau mau buat terobosan sebaiknya tunjangan guru dibuat flat besarannya agar manajemennya tidak terpengaruh oleh perubahan kenaikan gaji. Kalau gaji naik maka tunjangan di daerah harus naik," ungkap Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini. Padahal,lanjut dia, tambahan dana tidak bisa sewaktu waktu dilakukan. 
Namun kendala lainnya, kata dia, untuk membuat tunjangan flat juga tidak mudah karena terkendala oleh UU No.14/2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, "Kalau tunjangan langsung ditransfer ke rekening guru dari Pusat, tentu akan bertentangan dengan prinsip dan sistem alokasi dana transfer ke daerah,"pungkasnya. (Bay/X-13)



1 komentar:

  1. oh jadi gitu permasalahan Tunjangan Profesi Guru Telat di bayar oleh Kemendikbud

    BalasHapus