Selasa, 13 November 2012

Aneh, Guru Sudah Setahun Meninggal Masih Dipanggil Ikut UKG


JAKARTA, KOMPAS.com - Uji Kompetensi Guru (UKG) susulan atau ada yang menyebutnya dengan UKG gelombang ketiga digelar di Indonesia. Namun lagi-lagi, penyelenggaraannya masih diwarnai berbagai persoalan. Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti, mengatakan ada masalah data guru di server pusat, sehingga hal tersebut menimbulkan kekacauan yang sangat memalukan.

"Anehnya, ada guru yang sudah pindah tempat, namanya masih ada di kabupaten yang lama dan ada juga guru yang sudah meninggal satu tahun lalu, dia juga dipanggil ikut UKG ketiga. Ini apa?" kata Retno kepada Kompas.com, Selasa (13/11/2012).
"Yang jadi pertanyaan, guru yang meninggal tersebut juga pada saat beliau sakit cuci darah, sertifikasinya tidak dibayarkan hingga sekarang, tetapi untuk UKG gelombang ketiga, ini beliau malah dipanggil," tambahnya.
Laporan tentang data guru yang sudah meninggal itu datang dari wilayah Tembilahan, Kepulauan Riau. Seluruh laporan ini diterima sampai tanggall 9 November lalu.
Sementara itu, di sejumlah daerah, para guru tiba-tiba mendapatkan undangan UKG susulan. Padahal, para guru ini telah mengikuti UKG gelombang pertama dan gelombang kedua. Bahkan, mereka telah lulus dalam tes tersebut.
Berdasarkan laporan yang FSGI terima dari panitia, hasil tes para guru yang sudah lulus di UKG gelombang pertama dan kedua ini tidak sampai ke server pusat. Akibatnya, mereka dipanggil lagi untuk mengikuti ujian ulang. Guru-guru itu pun, lanjutnya, datang ke tempat uji kompetensi (TUK) yang ada.
Namun, ternyata setelah guru berdatangan, mereka melalui panitia menerima telepon dari pusat yang menyatakan, guru yang sudah mengikuti UKG gelombang satu dan dua tak perlu lagi mengikuti ujian susulan.
"Ini kasihan guru-guru yang datang tadi. Mereka dari jauh mengeluarkan ongkos yang tidak kecil karena mereka harus menggunakan dua jenis moda transportasi, yaitu transportasi air dan darat," tambahnya.
Selain itu, Retno juga mengatakan bahwa pada hari kedua, mata pelajaran Fisika tidak dapat diakses. Semua guru Fisika terpaksa tidak dapat mengikuti UKG pada hari itu.
"Lalu mau ada UKG susulan ke berapa lagi, kalau terus-terusan seperti ini!?" tandasnya.
 Editor :
Caroline Damanik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar