Rabu, 28 November 2012

Berita Duka: Bapak Wawan Setiawandi, Guru SMPN 1 Kalimanggis Wafat


Srie, - Takdir tak dapat ditolak, ketetapan Tuhan tak dapat dihindarkan. Itulah yang terjadi pada sosok Pak Wawan Setiawandi (45), guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Kalimanggis, Kabupaten Kuningan.
Guru yang mengajar di Kelas VII ini wafat pada Rabu (28/11) sekitar pukul 15.00 WIB di rumahnya, di Desa Ciawigebang, Kuningan. 

Menurut informasi yang bersumber dari istri almarhum, Ibu Mini Sarmini (30), sebagaimana dituturkan kembali oleh  ibu Euis Evi, rekan guru almarhum, pada hari kejadian, almarhum keluar dari sekolah sekitar pukul 11.30 siang.
"Waktu itu, beliau tidak langsung pulang ke rumahnya, namun mampir terlebih dahulu ke rumah almarhum orang tuanya di Desa Benda, Kalimanggis," tutur Bu Evi, Jum'at siang (30/11).
Saat di rumah almarhum orang tuanya itulah, diketahui Pak Wawan telah merasakan sakit sesak nafas, sehingga ketika hendak pulang ke rumahnya sendiri harus diantar oleh salah seorang saudaranya. 
Beberapa saat setelah tiba di rumah, Pak wawan merasakan sakit yang kian berat, bahkan beliau sempat minta tolong istrinya ketika hendak keluar dari kamar mandi untuk dipapah menuju kamar tidur.
Pak wawan sempat istirahat di kasur untuk beberapa saat. Istri almarhum sempat menawarkan diri untuk berobat ke dokter. Namun, almarhum menolaknya dengan alasan sakitnya akan sembuh dengan sendirinya.
Sayangnya, tak berapa lama kemudian, beliau diketahui oleh istrinya sudah tidak dapat berekasi. Kepastian telah meninggalnya Pak Wawan diketahui setelah seorang mantri yang dipanggil Ibnu Mini memeriksa fisik almarhum.
Alamarhum dikebumikan di tempat pemakaman desa setempat pada waktu Kamis pagi, atau keesokan harinya, mengingat harus menunggu kedatangan beberapa anggota keluarga almarhum yang tinggal jauh.

Menurut pengakuan istri, sebenarnya Pak Wawan sudah merasakan sakit sejak sepuluh hari terakhir. Namun, almarhum tetap memaksakan diri untuk tetap mengajar di sekolah.
Kronologi meninggalnya Pak wawan ini sengaja ditulis kembali, sekaligus meralat informasi sebelumnya yang menyatakan bahwa almarhum meninggal setelah terjatuh dari sepeda motor. 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada hari kejadian, istri almarhum terlihat sedih dan shock berat, sehingga tidak terlalu banyak bercerita mengenai apa yang menimpa suaminya.
Kepada sejumlah rekan guru yang melayat, Ibu Mini sempat beberapa kali meminta informasi terhadap rekan guru almarhum mengenai kegiatan terakhir suaminya di sekolah.
“Bagaimana bu, waktu di sekolah. Ada pesan-pesan enggak? Maafkan suami saya bila ada salah,” ujar Ibu Mini sambil menangis kepada Ibu Murnah, rekan guru.

Ibu Fatimah, petugas perpustakaan sekolah, menceritakan bahwa dirinya sempat dibonceng oleh Pak wawan hingga perempatan Kojengkang, sebelum almarhum menuju ke rumahnya. Bahkan, almarhum masih sempat mengajar di perpustakaan dan sempat mengatakan sesuatu kepada murid-muridnya.

“Ini pertemuan terakhir ya…” ujar Ibu Fatimah menirukan kata-kata almarhum.

Tentu, maksud Pak wawan adalah pertemuan terakhir untuk semester ganjil, mengingat dua pekan depan mendatang sudah mulai Ujian Akhir semester (UAS). Bahkan, ayah dua anak ini sempat menyerahkan tugas administrasi untuk persiapan UAS kepada Panitia.

Namun, ternyata hal itu adalah benar-benar pertemuan terakhir buat murid dan rekan-rekan guru lain untuk selamanya. Rekan-rekan guru mengenal almarhum sebagai sosok guru yang rapih, kalem, baik dan tidak suka bermasalah dengan rekan-rekannya.

Almarhum mulai bertugas di SMPN 1 Kalimanggis sejak tahun 1998 dengan golongan terakhir IVA, dan tahun ini baru saja selesai mengikuti PLPG sebagai syarat sertifikasi. Jabatan terakhir yang diembannya di sekolah adalah sebagai Kepala Perpustakaan sejak Juli 2012.

Selamat jalan Pak Wawan. Kami ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya, dan ikut berdoa untuk kelapangan dan kemudahan menuju alam keabadian di sana. Kami akan mengenang segala jasa dan kebaikannya.  Inna lillahi wainna ilaihi roji’un. *** [Srie]

2 komentar:

  1. Ainun,Alikha,Anggi dan Susilawati
    kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Pak Wawan Setiawan semoga amal ibadahnya diterima disisi allah SWT
    Menurut kami Pak Wawan itu adalah sosok seseorang yang sangat sabar menghadapi siswa yang tidak disiplin dan ketika beliau mengajar jika ada siswa yang tidak mengahargainya beliau tidak pernah marah kepada siswa tersebut..
    Selamat tinggal pak Wawan

    BalasHapus
  2. Bu saya alumni smpn 1 kalimanggis angkatan 2012/2013 saya mau menanyakan NISN . karena saya tida berada d kuningan jd saya tidak bisa pulang kesana . saya mau melaksanakan UN tp saya tidak tau NISN nya . mohon bantuannya bu buat saya
    Nama : apip pebriana
    Kelas : IX D
    saya minta NISN saya bu . saya minta tolong

    BalasHapus