Senin, 26 November 2012

Ganti Menteri Ganti Kurikulum, Ini Tanggapan Mendikbud


JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam rancangan kurikulum baru yang disosialisasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah mata pelajaran di sekolah dasar dipadatkan dari 10 mata pelajaran menjadi enam mata pelajaran. Namun, jam belajar bertambah empat jam per minggu.

Jam pelajaran SD dari 26 jam menjadi 30 jam per minggu.
”Pengurangan mata pelajaran juga dilakukan di SMP,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di Jakarta, Minggu (25/11). Menurut Nuh, mata pelajaran SMP yang semula 12 mata pelajaran mulai tahun ajaran 2013/2014 dipadatkan menjadi 10 mata pelajaran. Adapun jam pelajaran bertambah dari 32 jam menjadi 38 jam per minggu.
Mata pelajaran di SMP nantinya hanya Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, serta Matematika sebagai mata pelajaran pokok. Mata pelajaran lain adalah IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni dan Budaya, Olahraga dan Kesehatan Jasmani serta Prakarya.
Di SD nantinya hanya ada pelajaran Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, dan Matematika sebagai mata pelajaran pokok. Mata pelajaran lain adalah Olahraga dan Kesehatan Jasmani serta Seni Budaya dan Prakarya.
Mata pelajaran IPA dan IPS di tingkat SD, menurut Nuh, tidak dihapuskan, tetapi materinya dimasukkan ke pelajaran Bahasa Indonesia. ”Misalnya ketika membahas sungai dalam pelajaran Bahasa Indonesia, maka dari sisi IPA masuk materi soal curah hujan, lingkungan, dan sebagainya. Materi IPS-nya masuk dalam bentuk manfaat sungai bagi masyarakat, perlunya menjaga lingkungan, dan sebagainya,” kata Nuh.
Sosialisasi
Menurut Nuh, kurikulum disusun sejak tahun 2010 dengan meminta masukan sejumlah pakar pendidikan dan pakar berbagai bidang keilmuan. Kurikulum baru tetap mengutamakan kompetensi dengan menekankan pada kepribadian, kreativitas, serta pengetahuan.
Nuh membantah anggapan setiap ganti menteri, ganti kurikulum. Menurut dia, penyempurnaan kurikulum merupakan amanat undang-undang. Kurikulum harus selalu disempurnakan dengan melihat kebutuhan dan tantangan pendidikan pada masa mendatang.
”Kurikulum ini dirancang untuk mempersiapkan anak didik 15-20 tahun mendatang yang sangat membutuhkan karakter kuat, kreatif, dan berilmu pengetahuan,” katanya.
Meskipun demikian, ujar Nuh, pihaknya melakukan sosialisasi dan uji publik pada akhir November sampai awal Desember untuk meminta masukan dari masyarakat guna penyempurnaan kurikulum.
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Suyanto mengatakan, setelah kurikulum baru disepakati, guru-guru segera disiapkan untuk menerapkan kurikulum ini mulai tahun ajaran baru 2013. Penyiapan guru sangat penting karena dalam kurikulum baru metode pengajaran mengalami perubahan. Guru tidak lagi berdiri di depan kelas memberikan materi, tetapi dituntut mampu mendorong siswa untuk kreatif dan berani berbicara. (THY)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Caroline Damanik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar