Rabu, 28 November 2012

Integrasikan TIK, 6 Guru Sabet Intel Education Awards 2012


JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk ketiga kalinya, Intel Indonesia Corporation bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyelenggarakan Intel Education Awards 2012. Enam guru terbaik yang mampu mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan berbagai mata pelajaran dan metode pembelajaran berhak atas penghargaan ini.

Direktur Corporate Affairs Intel Indonesia, Deva Rachman, mengatakan bahwa teknologi bukan lagi menjadi suatu yang harus dihindari terutama bagi para guru. Penghargaan ini, lanjutnya, merupakan apresiasi terhadap guru yang memiliki inisiatif tinggi mengintegrasikan TIK dalam pola ajarnya.
"Kami terus mendorong para guru ini agar tak berhenti mengenal teknologi agar dapat digunakan dalam proses belajar mengajar," kata Deva saat Intel Educaton Awards 2012 di Park Hotel, Jakarta, Selasa (26/11/2012).
Ia mengungkapkan bahwa dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini guru harus siap karena akan menguntungkan dunia pendidikan dan perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Untuk itu, para guru harus dapat mengkombinasikan kemampuan profesional dan kapabilitas teknologi.
"Ini juga sebagai bentuk motivasi bagi mereka agar terus mengembangkan kegiatan belajar mengajar melalui teknologi sehingga mampu membuat perbedaan nyata bagi dunia pendidikan Indonesia," ungkap Deva.
Berikut enam guru yang berhasil meraih Intel Education Awards 2012 ini berdasarkan kecakapannya mengintegrasikan teknologi adalah :
1. Imam Taufik Hidayat, SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya Kuala Kencana Timika, Papua.
2. I Gede Eka Mahendra, SMA Negeri 1 Kuta, Badung, Bali.
3. Agus Imam Al-Hakim, SMPLB-B YPTB Malang, Jawa Timur.
4. Budi Susanto, SMK Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah.
5. Zahra, TK Raudhah Pasuruan, Jawa Timur.
6. Lia Lindawati, SD Al Irsyad Al Islamiyah, Purwokerto.

Editor :
Caroline Damanik


Tidak ada komentar:

Posting Komentar