Selasa, 27 November 2012

Mau Ambil SK PNS, Ibu Guru Tewas Akibat Dijambret


Srie, - Ikut bersedih, berduka dan prihatin. Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Seorang ibu guru, bernama Sundari (37) tewas saat dijambret di Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat. 

Guru SMK 23 Pademangan ini terjatuh dari dari motor saat mempertahankan tasnya yang dijambret di Jl Salemba Raya, tepatnya di seberang Perpustakaan Nasional. 
Saat ditemui di RSCM, Wakil Kepala Sekolah SMK 23 Pademangan, Musalamah mengatakan, pada saat kejadian, Sundari hendak mengambil SK pengangkatan PNS. Sebelum keluar sekolah, lanjutnya, Sundari sempat memberikan tugas kepada murid-muridnya. Dia juga sempat berpesan ke murid-muridnya jika dirinya akan lama, dan tak balik lagi ke sekolah. 

Peristiwa penjambretan ini terjadi pada pukul 13.30 WIB. Saat itu Sundari sedang berboncengan dengan Pono di Jl Salemba Raya dari arah Senen menuju ke Kampung Melayu. Tiba-tiba saja motor yang ditumpangi Sundari dipepet dua orang dengan menggunakan motor.
Salah seorang penjambret kemudian merampas paksa tas yang dikempit Sundari. Sundari mempertahankan tas itu sehingga terjatuh dan meninggal dunia. Sebelum di bawa ke RSCM, Sundari sempat diantar ke RS Carolus yang dekat dengan lokasi kejadian.
Sundari adalah guru Akuntansi yang sudah mengajar di sekolah tersebut sejak 2002. Almarhumah diketahui sudah menikah dan mempunyai dua orang anak. Selama mengajar di sekolah, ia merupakan guru favorit bagi siswa SMKN 23 Pademangan. Guru akuntansi ini masuk dalam lima besar guru-guru yang disenangi murid di sekolah itu.
"Dia orangnya baik," kata Musalamah.  Sekitar 20 murid SMKN 23 sempat mendatangi berada di RSCM. Beberapa siswi terlihat menitikkan air mata. Rencananya jenazah almarhumah akan dibawa oleh keluarga malam ini juga.
Sementara itu, menanggapi situasi keamanan di wilayahnya terkait dengan kasus penjambretan tersebut,  Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berencana akan bertemu dengan kapolda Metro jaya. Menurut Jokowi, urusan keamanan adalah ranah polisi.
Jokowi baru tahu peristiwa naas itu dari para wartawan. Namun, mantan Walikota Solo ini berjanji akan membantu sekuat tenaga agar tercipta suasana aman di Ibu Kota.
"Itu kan urusan keamanan, wilayahnya di sana," katanya. 

Selamat jalan bu guru.... Kami ikut mendoakanmu....*** [Srie]


Sumber: detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar