Kamis, 22 November 2012

Negeri Cowboy (Texas) Tuntut Merdeka Dari AS


Oleh Srie

Ratusan ribu warga dari 20 negara bagian di Amerika Serikat (AS) telah menandatangani petisi kepada pemerintah federal untuk membentuk negara sendiri yang terpisah dari AS. Petisi dilakukan hanya selang beberapa hari usai kemenangan Barack Obama atas Mitt Romney dalam pemilihan presiden AS, 7 November lalu. 
Ke-20 negara bagian yang warganya menandatangani petisi minta merdeka itu adalah Texas, Alabama, Arkansas, Colorado, Florida, Indiana, Kentucky, Louisiana, Michigan, Mississippi, Missouri, Montana, New Jersey, New York, North Carolina, North Dakota, Oregon, South Carolina, Tennessee, dan Georgia. 

Negara bagian Texas menyumbang tandatangan terbanyak untuk petisi online yang dikirim ke We The Pepople, situs resmi milik pemerintah federal AS. Micah H., seorang penduduk asal Arlington, texas, menyebutkan, hingga senin pekan lalu,  jumlah penandatangan petisi sudah melampaui 34.000 orang.
Angka ini dinilai telah memenuhi persyaratan ambang batas minimal agar petisi ditanggapi secara serius oleh pihak Gedung Putih. Petisi sudah biasa terjadi di AS, antara lain terkait tuntutan anti perbudakan (1830), masalah imigrasi, gender  atau hak-hak lainnya.
Konstitusi AS memang telah mengatur persyaratan petisi dengan sekurangnya 25.000 tandatangan warga. Masalahnya, meski petisi telah dikuatkan oleh Mahkamah Agung AS dari ancaman Kongres (1984), namun Konstitusi tidak mengatur bagaimana negara bagian bisa merdeka.
Ketidakpuasan
Lantas, apa latar belakang dan alasan mereka mengajukan petisi minta merdeka? Asisten Profesor Jason Casellas dari University of Texas di Austin mengatakan,  maraknya petisi minta merdeka dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan pemilih atas kemenangan Obama untuk kedua kalinya.
Sebelum pemilihan, mereka berharap akan ada perubahan yang lebih kuat dan berarti di AS. Tentu, menurut mereka harapan itu ada pada Mitt Romney yang tercermin dari raihan suara pemilih di negara-negara bagian yang warganya menandatangani petisi. Namun, ketika capres dari Partai Republik itu kalah dengan angka perbandingan suara 332 : 206, mereka anggap harapan perubahan itu sudah lenyap.
Di Texas,  57 % suara pemilih di negara bagian berpenduduk 24,7 juta jiwa (2009) atau kedua terbesar di AS itu memilih Romney. Sedangkan, dari 20 negara bagian yang warganya menandatangani petisi, 18 di antaranya memenangkan Romney, dan hanya 2 negara bagian untuk Obama. Di 18 negara bagian itu, Romney unggul sekitar 15 persen suara atas Obama.
Alasan pemisahan diri dapat dirujuk pada dokumen petisi yang mereka tandatangani.  Disebutkannya, bahwa ekonomi AS yang kian memburuk merupakan alasan utama warga Texas ingin membentuk pemerintahan baru yang terlepas dari pemerintah AS.
Masalah keterpurukan ekonomi bangsa yang berimbas pula pada kondisi anggaran dan ekonomi Texas secara keseluruhan, telah membuat warganya berpendapat bahwa negeri cowboy itu layak untuk menarik diri dari AS.
Dalam sebuah artikel bertajuk 50 Economic Numbers from 2011 that are Almost too Crazy to Believe milik The Economy Collaps, secara jelas disebutkan fakta-fakta mengenai kemunduruan ekonomi AS. Antara lain, adalah 48 persen warga AS kini tergolong “berpenghasilan rendah” atau “hidup dalam kemiskinan” menurut ukuran warga setempat. Dua tahun terakhir, AS masih mencatat tingkat pertumbuhan yang rendah, yakni 1,7 % (2011) dan 1,3 % (2 kuartal 2012).
Rujukan lainnya adalah pendapat yang diungkap olehEnvironic Analytics WealthScapes.  Sebagaimana dirilis oleh Times (17/72012), data 2011 menunjukkan, kekayaan bersih rata-rata keluarga di AS (US$ 319,970) kini telah dikalahkan oleh negara tetangganya, Kanada (US$ 363,202), atau selisih sekitar US $ 40 ribu (Rp 377,3 juta) per keluarga per tahun. Keadaan ini diduga sebagai akibat krisis ekonomi sejak 2008 yang hingga kini masih berlanjut di AS.
Sikap Gubernur
Sementara itu, sikap Gubernur Texas, Rick Perry, tidak setuju dengan gagasan pemisahan Texas dari AS. Sekretaris Gubernur Texas untuk urusan pers,  Catherine Frazier,  mengatakan, Gubernur masih percaya pada kebesaran AS dan menurutnya tidak ada yang harus dilakukan untuk mengubah negara federasi itu.
Meski tidak setuju Texas merdeka, namun Gubernur ikut pula merasakan keresahan mayoritas warganya. Menurut Frazier, Gubernur  membenarkan adanya rasa frustrasi yang meliputi sebagian besar warganya.
"Tapi dia (Gubernur) juga ikut berbagi rasa frustrasi yang dialami oleh banyak warga Amerika atas pemerintah federal," kata Frazier dalam sebuah pernyataan kepada pers. 
Frazier menambahkan, saat ini, negara AS jauh lebih membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari negara-negara seperti Texas, guna mengambil keputusan-keputusan yang sulit.
Tujuannya agar warga AS dapat hidup sesuai kemampuan mereka, menjaga pajak yang rendah dan memberikan kesempatan atas penciptaan lapangan pekerjaan, sehingga warga dapat memberikan kesejahteraan bagi keluarganya.
Beberapa Kali Merdeka
Dalam sejarah di negara yang dulu terdapat banyak budak ini, Texas pernah dikuasasi oleh Spanyol, Perancis, kemudian Meksiko. Pada tahun 1836 Texas menyatakan diri sebagai negara republik yang merdeka dari Meksiko. Sembilan tahun kemudian (1845), Texas bergabung dengan AS sebagai negara bagian ke-28. AS sendiri menyatakan kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1776.
Menurut Meksiko, penggabungan itu merupakan pencaplokan oleh AS, yang memicu terjadinya perang AS-Meksiko pada tahun 1846. Pada saat terjadi perang saudara di AS, di awal tahun 1861, Texas sempat menyatakan merdeka dari AS dan bergabung dengan negara konfederasi Amerika yang tidak bertahan lama.
Usai perang saudara, Texas kembali bergabung dengan AS, disertai kelesuan ekonomi yang panjang. Pada masa inilah, mulai tumbuh industri peternakan sapi, yang kemudian mempopulerkan istilah cowboy atau koboi. Sebuah istilah yang merujuk  kepada para peternak sapi dengan gaya pakaian dan topi khasnya yang dikenal dunia.
Ironi Texas
Saat ini, Texas dikenal sebagai daerah penghasil minyak terbesar di AS. Di negara bagian ini pula sejumlah perusahaan raksasa minyak AS bermarkas. Houston, di samping sebagai kota terbesar di Texas atau kota keempat terbesar di AS, juga merupakan pusat perdagangan minyak internasional, terutama untuk kawasan Amerika.
Ekonomi Texas mulai berkembang pada awal abad ke-20, seiring diketemukannya ladang minyak bumi Spindletop. Dengan didukung investasi yang kuat dan peran perguruan tinggi, Texas kemudian berkembang sebagai basis utama industri di AS, antara lain industri perminyakan, pertanian, petrokimia, komputer, elektronika dan pesawat terbang.
Sejak 2002, Texas menjadi andalan ekspor bagi AS, sehingga menempati posisi sebagai negara bagian kedua terbesar dari sisi PDB. Sayangnya, PDB per kapita Texas hanya menempati urutan ke-23, atau berada di bawah rata-rata PDB per kapita nasional AS, dimana PDB nasional sebesar US $ 15.100 triliun (2011).
Agaknya, ada ironi di sini. Texas, negeri kaya, namun warganya merasa kalah. Apalagi, ketika saat ini, pemerintahan federal juga sedang mengalami masalah yang membuat warga kian resah.
Kini, ketika petisi itu sudah dimulai, apakah Texas akan merdeka kembali? Biarkan para “koboi Texas” sendiri yang akan menjawabnya. Salam persahabatan. *** [By Srie]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar