Minggu, 25 November 2012

Petisi Hapuskan UN: UN Ciptakan Kebohongan Sistematis


TEMPO.CO, Jakarta--Ujian Nasional dianggap menciptakan kebohongan sistematis bagi anak-anak Indonesia. "UN ini membuat kita biasa bohong," ujar Pengamat Pendidikan Romo Baskoro dalam acara Petisi Hapuskan UN untuk Kelulusan oleh Koalisi Damai Untuk Pendidikan, di Warung Daun Kebayoran Baru, Minggu, 24 November 2012.
Menurut Baskoro, Pusat Kurikulum Pendidikan pun tak bisa menunjukkan hasil mentah ujian nasional. "Saat saya minta, mereka bilang hanya punya hasil setengah matangnya saja," ujar Direktur Kanisius ini.

Baskoro pun sempat mengadu ke Lembaga Ketahanan Nasional. "Mereka pun setuju UN itu membodohkan, dan harus dihentikan." Tetapi mereka tidak sanggup untuk menghentikan UN. "Nyetop UN itu jauh lebih sulit," ujar dia saat menirukan perkataan Direktur Lemhanas.
Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Mayling Oey-Gardiner menilai adanya vested interest yang besar dalam ujian nasional. "UN itu sangat pragmatis. Artinya ada uang yang bermain."
Banyak pihak yang berkepentingan untuk itu. "Mulai dari yang membuat soal, mencetak, hingga mengawas, semuanya dibayar," kata Mayling.
Sependapat dengan Baskoro, Mayling membenarkan bahwa UN sudah membohongi peserta didik. "Mereka tidak tahu apa-apa, karena hanya menghafal untuk ujian saja," ujar dia.
Bagi Mayling, banyak hal yang hilang dari pendidikan. "Mereka tak bisa memahami estetika karena tidak diajarkan untuk itu." Dia prihatin dengan kualitas pendidikan saat ini, "Kalau begini, Indonesia bisa tertinggal dalam persaingan dengan bangsa lain."
SUBKHAN

1 komentar:

  1. bener tuh,,, UN yang sekarang banyak yang bohong, banyak yang gak jujur dalam mengisi jawabannya, dan banyak bocoran dimana mana

    BalasHapus