Kamis, 29 November 2012

Wamendikbud Bantah Pearson: Jangan Mudah Percaya Survei!


JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi hasil penelitian yang dilakukan oleh firma pendidikan Pearson, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim meminta pada masyarakat agar tidak mudah percaya begitu saja. Pasalnya, banyak bukti yang menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia memiliki standar yang baik.
"Jangan mudah percaya. Sekarang siapa saja bisa membuat survei dengan mengatasnamakan lembaga internasional. Kita lihat buktinya saja sekarang, anak-anak kita banyak yang berprestasi," kata Musliar kepada Kompas.com, Rabu (28/11/2012).

Seperti hari ini, pihaknya baru saja memberikan penghargaan kepada 46 siswa Sekolah Dasar (SD) yang berprestasi di ajang olimpiade matematika dan sains tingkat internasional. Anak-anak ini berhasil menyabet medali emas, perak dan perunggu dalam olimpiade yang digelar di Romania, Hongkong, Taiwan dan India.
Sementara mengenai status dan perlakuan terhadap guru, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti memberikan apresiasi yang tinggi pada guru. Bahkan guru sudah merupakan sebuah profesi yng diatur jelas dalam UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.
"Kami selalu memberikan apresiasi lebih pada guru. Guru sudah sebagai profesi saat ini. Gaji guru untuk PNS juga lebih dua kali lipat dibanding PNS lain," ungkap Musliar.
"Jadi sekali lagi, jangan percaya begitu saja pada lembaga survei. Kami terus berbenah untuk menyediakan pendidikan yang baik dan bermutu," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan tabel liga global yang diterbitkan Firma Pendidikan Pearson, sistem pendidikan Indonesia berada pada level terendah bersama dengan Meksiko dan Brazil. Hasil penelitian ini didasarkan pada status guru di negara tersebut. Sementara dua negara yang berada pada level tertinggi terkait sistem pendidikan adalah Finlandia dan Korea Selatan.
Editor :
Caroline Damanik

Catatan: Berita mengenai hasil survei Firma Pendidikan Pearson dapat dibaca di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar