Rabu, 05 Desember 2012

DPR Tolak Pemberlakuan Kurikulum Baru Mulai 2013


Srie, - Saat ini rencana perubahan kurikulum sudah memasuki pekan kedua tahap uji publik. Namun, suara lantang diteriakkan oleh kalangan anggota DPR. Mereka secara tegas meminta Mendikbud untuk menunda rencana pemberlakuan kurikulum baru pada pertengahan tahun depan.

Anggota Panitia Kerja (Panja) Kurikulum Komisi X DPR RI, Ferdiansyah menyatakan seharusnya pemerintah tidak memaksakan rencananya untuk mulai memberlakukan kurikulum baru pada bulan Juli tahun depan. Ia mengatakan, pada pekan lalu Panja telah menyepakati untuk meminta Mendikbud agar menunda rencana pemberlakuan kurikulum baru tersebut.
Alasannya, lanjut anggota DPR asal Fraksi Partai Golkar ini, dikarenakan para guru yang merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan kurikulum justru dinilai belum siap. Jika implementasi perubahan kurikulum dilakukan secara tergesa-gesa, maka akan menimbulkan persoalan yang lebih rumit lagi dalam dunia pendidikan.
“Ketidakmampuan guru dalam melaksanakan kurikulum menyebabkan tujuan pendidikan nasional tidak tercapai dengan baik. Tapi, pemerintah bukannya serius menyiapkan guru dan melatih mereka. Yang terjadi, ya, ganti kurikulum tiap ganti Menteri," ujar legislator asal Dapil X Jabar (Garut dan tasikmalaya) di Jakarta, Rabu (5/11) sebagaimana diberitakan Kompas.com.
Pernyataan Ferdi didukung oleh rekannya sesama anggota Panja, yaitu Rohmani. Menurut anggota Komisi X asal FPKS ini, Panja telah mengambil keputusan bulat untuk meminta pemerintah tidak memberlakukan kurikulum tahun depan.
"Panja Kurikulum sudah bulat menolak perubahan kurikulum 2013. Keputusan ini akan disampaikan pada sidang komisi mendatang. Selanjutnya akan menjadi keputusan Komisi X DPR," kata Rohmani, di Jakarta, Rabu (5/11).
Rohmani menambahkan alasan penolakan tersebut mengingat hingga saat ini pemerintah, atau dalam hal ini Kemdikbud, belum memberikan hasil evaluasi secara detil dan menyeluruh terhadap kurikulum KTSP. Ia memandang perlunya kajian dan persiapan yang lebih matang sebelum mewacanakan pemberlakuan kurikulum baru.
"Seharusnya perubahan dilakukan setelah ada evaluasi terhadap konten dan pelaksanaan kurikulum 2006," tandas anggota legislatif asal Dapil XI jateng (Tegal dan Brebes) ini.
Seperti diketahui, keputusan penolakan terhadap perubahan kurikulum tahun 2013 disepakati pada rapat Panja Kurikulum Komisi X DPR pada Kamis (29/11), bulan lalu. Namun demikian, hingga kini kemdikbud terus melakukan langkah-langkah persiapan jelang pemberlakuan kurikulum baru tahun depan.
Meski baru pada tahap uji publik,  pihak kemdikbud bahkan telah melangkah lebih maju, yaitu mempersiapkan pelatihan bagi guru-guru yang mengajar di kelas I, IV, VII dan X. Tujuannya agar secara bertahap guru-guru dipersiapkan jelang pelaksanaan kurikulum baru yang akan dimulai Juli tahun depan.
Saat ditemui di acara peringatan HGN dan HUT PGRI Ke-67 di Sentul, Jabar, Selasa kemarin (4/11), Mendikbud, Mohammad Nuh sendiri sudah memberikan tanggapan mengenai permintaan Panja Kurikulum tersebut. Menurutnya, rencana pemberlakuan kurikulum tidak bisa ditunda.
“Jangan ditunda kurikulum ini, kasihan anak-anak kita akan kehilangan kesempatan,” kata mantan Rektor ITS. *** [Srie]

10 komentar:

  1. BISA GA YA INDONESIA BEBAS DARI DPR,,, KLO DPR IKUT2AN NGURUS PENDIDIKAN, APALAGI URUSAN KURIKULUM, INI ALAMAT KIAMAT,, MEMANG MEREKA BISA APA?? MAAF BUKAN NGENYEK, TAPI FAKTA MEREKA BANYAK YG GA MUTU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah jangan over gitu lah ... klo ndk ada kontrol DPR emange rakyat mampu ... maju terus DPR tolak kurikulum 2013

      Hapus
    2. Sabar...3x. Semua kan ada mekanismenya... Perubahan tetap dibutuhkan untuk sebuah peningkatan. Namun jangan sampai eforia terhadap perubahan justru melupakan semangat dan tujuan dari sebuah perubahan. Mari kita kontrol bersama2 utnu perubahan yang lebih baik...

      Hapus
  2. tolak kurikulum 2013

    BalasHapus
  3. sebaliknya saya tanya menteri pendidikan bisa apa ? tanpa kurikulum pun bangsa indonesia melahirkan cendikiawan besar...sertifikasi siapa yang menggolkan menteri ? menteri bisanya hanya mempersuli guru, bahkan seritiikasi guru saja tidak becus menangani hampi 75% belum sertifikasi apa sebabnya....mekanisme yg sangat dipersulit dari tahun ke tahun

    BalasHapus
  4. “Jangan ditunda kurikulum ini, kasihan anak-anak kita akan kehilangan kesempatan,” kata mantan Rektor ITS (Mendikbud)

    Bukan anak2 yg kehilangan kesempatan, tetapi pejabat dan penerbit yg kehilangan PROYEK BESARnya.....ah, jangan anak didik yg dijadikan alasan utk kepentingan Pribadi Kalian.

    BalasHapus
  5. Ganti AJa Mendikbudx.....

    BalasHapus
  6. Kurikulum baru sih boleh2 aja. tapi jangan sampai mengorbankan pihak2 lain. mohon ditinjau ulang, bagaimana nasib pihak2 yg mnjadi korban.
    Mohon dipikirkan dan direnungkan kembali.
    "Ya Allah.... Bukakanlah pintu hati pemimpin kami, jadikanlah ia pemimpin yg bijaksana yang memikirkan orang2 yang dipimpinnya.
    Amin ya robbal 'alamiinn..."

    BalasHapus
  7. Y begitulah klo menteri pendidikan merasa kelebihan ilmu juga Mr.Budiono yang sok bersih mengubah hal penting dalam sekejab. padahal namanya pendidikan itu proses apa ada yang fatal dari KTSP yang masih baik dan perlu pembenahan. Buku BSE akan mubadzir. tolong di pikir kembali kalo sampai gagal kurikulum 2013 apa ndk takut dengan azab anak didik. Santai Broo

    BalasHapus
  8. pak mentri yth, mohon dengan sangat apakah anda sudah turun k daerah daerah? banyak yang tidak setuju dan makin mempersulit guru" khususnya gtt pak... kita sebagai gtt mau dikemanakan pak???? mohon dipikirkan pak mentri

    BalasHapus