Selasa, 11 Desember 2012

Jam Belajar Sekolah Akan Bertambah, Ini Alasannya


Srie, - Salah satu perbedaan dalam kurikulum baru tahun 2013 adalah mengenai lama jam belajar di sekolah. Apakah itu?
Dalam rancangan kurikulum baru, meski terdapat pengurangan jumlah mata pelajaran (mapel), namun jumlah jam belajar sekolah pada tingkat SD dan SMP justru akan bertambah.

Siswa SD, misalnya, jumlah mapel-nya akan berkurang dari 10 mapel menjadi hanya 6 mapel saja. Namun, jumlah jam belajarnya akan bertambah, dari sebelumnya hanya 26 jam belajar per pekan menjadi sekitar 36 jam per minggu.

Siswa SMP, jumlah mapel-nya akan berkurang dari semula 12 menjadi 10 mapel saja. Akan tetapi, jumlah jam belajarnya akan bertambah, yaitu dari saat ini berjumlah 32 per pekan menjadi 38 jam belajar setiap minggu.
Sementara itu, untuk siswa SMA direncanakan tidak akan mengalami banyak perubahan yang signifikan. Kecuali, adalah dalam hal penjurusan yang diusulkan akan disesuaikan atau dihapus sama sekali. Nantinya, siswa SMA akan bebas memilih mapel pilihan tertentu berdasarkan kesukaannya masing-masing.
Alasan
Pertanyaannya, kenapa harus ada tambahan jam belajar, khususnya untuk siswa SD dan SMP? Dalam draft kurikulum 2013 disebutkan sekurangnya ada tiga alasan penting mengapa jam belajar itu harus ditambah.
Pertama, adanya perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan perubahan penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) yang memerlukan tambahan jam belajar.
Kedua, kecenderungan akhir-akhir ini, banyak negara lain (misal AS dan Korea Selatan) menambah jam belajar bagi siswanya.
Ketiga, jika diperbandingkan dengan negara-negara lain (terutama negara-negara OECD, kecuali Finlandia yang menambah dengan jam tutorial), maka jam belajar siswa di Indonesia dianggap jauh lebih pendek.
Gambar di bawah ini menunjukkan perbandingan lamanya jam belajar di berbagai negara di dunia. Jam belajar siswa di Indonesia terlihat terpaut 15 persen di bawah atau lebih singkat dari rata-rata jam belajar siswa di negara-negara yang tergabung dalam OECD, antara lain seperti Amerika Serikat, Austria, Belanda, Kanada dan Inggris.


Mengenai rancangan penambahan jam belajar ini, Mendikbud, Mohammad Nuh sering mengatakan masih belum final dan masih terbuka untuk mendapat masukan dari publik.
“Itulah tujuan uji publik, baik melalui sosialisasi seperti ini maupun saran yang kita tampung di website kami,” ujar Nuh dalam Sosialisasi dan Uji Publik Kurikulum 2013 di hadapan puluhan Kepala Dinas Pendidikan se-Jawa Timur dan LPMP di Surabaya, Senin (10/12) kemarin, seperti dikutip dari sini. *** [Srie]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar