Selasa, 04 Desember 2012

Kurikulum Baru: Siswa SMA Bebas Pilih Mapel Yang Disukai

Srie, - Salah satu masalah yang masih tersisa dalam draft kurikulum 2013 untuk SMA adalah mengenai penjurusan. Apakah penjurusan masih akan tetap dipertahankan ataukah dihapus sama sekali.
Dalam penjelasan yang melatarbelakangi permasalahan penjurusan SMA ini disebutkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi negara lain yang menerapkan sistem penjurusan di tingkat SMA. 

Berikutnya, adanya penjurusan dianggap akan menyulitkan penyetaraan ijazah, dan terakhir, faktanya semua lulusan SMA dapat melanjutkan ke semua jurusan di perguruan tinggi.

Sementara itu, seandainya penjuruan dihilangkan, maka akan terjadi pembengkakan jumlah mata pelajaran yang sangat banyak seperti yang terjadi pada kelas X SMA saat ini.
Dikotomi IPA-IPS
Retno Listyarti, seorang guru dan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) membenarkan adanya dilema tersebut. Dikatakannya, selama ini, penjurusan di SMA telah menimbulkan dikotomi IPA dan IPS.
Salah satu dampaknya, kata dia, IPA dianggap jurusan bergengsi dan jurusan IPS dianggap sebagai jurusan buangan atau tempat menampung peserta didik yang tidak bisa masuk IPA.
"Nah dikotomi dan segala eksesnya tadi, bisa saja hilang atau diminimalkan pada level SMA," kata Retno di Jakarta, Senin (3/12). 
Retno berpendapat, selama ini siswa SMA hanya belajar hal-hal yang bersifat umum. Sementara penjurusan yang sebenarnya baru terjadi di saat siswa memilih jurusan di perguruan tinggi. Kenyataannya pula, selama ini banyak siswa yang masuk jurusan IPA di SMA, saat kuliah malah memilih jurusan IPS. 
Jalan Tengah
Adanya dilema seperti itulah, akhirnya Kemdikbud mengajukan solusi yang bersifat kompromistis, atau mengambil jalan tengah. Yaitu, penjurusan tetap diadakan, namun siswa diberikan kesempatan untuk mengambil mata pelajaran (mapel) yang disukainya di luar mapel yang ada di jurusannya sendiri.

Konsekuensinya, dalam kurikulum 2013 nanti, di tingkat SMA akan ada mapel wajib dan mapel pilihan. Pada mapel pilihan, siswa diberi keleluasaan untuk memilih mapel yang disukai sesuai dengan minat dan bakatnya.
"Kelompok minat ini dipilih oleh siswa sesuai dengan bakat dan minatnya.Jadi lebih fleksibel dari penjurusan,"kata Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud Hamid Muhammad kepada wartawan di kantor Kemendikbud ,Jakarta, Senin (3/12) saat ditanya perkembangan kurikulum 2013, sebagaimana dikutip di sini.
Hamid menjelaskan, adanya mapel pilihan merupakan solusi agar tidak terdapat lagi kesan dikotomi atau pengotakan siswa secara ekstrim berdasarkan penjurusan yang ada saat ini, yaitu jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Dalam kurikulum yang baru kelompok jurusan seperti itu akan dihilangkan dan diganti dengan kelompok peminatan.
Ia menambahkan, nantinya siswa jurusan IPA boleh mengambil mapel dari jurusan IPS, seperti Ekonomi, Sosiologi atau Sejarah. Begitu juga sebaliknya, dengan siswa jurusan IPS atau bahasa dapat mengambil mapel lain yang ada pada jurusan di luar dirinya.
"Kita mendorong ke peminatan karena tidak tertutup kemungkinan anak yang sudah masuk IPA tertarik pelajaran Ekonomi. Padahal anak IPA bagus juga jika mempelajari masalah ekonomi dan sosial,juga memperkuat kemampuan bahasanya,"ujarnya. 
Selanjutnya, hamid segera mengingatkan, bahwa apa yang dikatakannya itu masih belum final dan akan diujipublikkan beberapa minggu ke depan untuk mengetahui apakah akan ada penolakan ataukah tidak dari masyarakat. Begitupun, ia meminta untuk tidak menyamaratakan masalah peminatan mapel antara sekolah-sekolah di kota-kota dengan di daerah terpencil yang masih sangat membutuhkan intervensi dari pemerintah. *** [Srie]

Catatan:
1. Draft Struktur Mapel SMA Klik Di Sini




Tidak ada komentar:

Posting Komentar