Kamis, 20 Desember 2012

Master Teacher: Karir Baru Guru, Produk Kurikulum Baru


Srie,- Kurikulum baru tampaknya akan melahirkan status dan jenis karir baru bagi guru. Apakah itu? Namanya Master Teacher.
Semula, istilah ini hanya merujuk pada sejumlah guru yang terpilih untuk mengikuti pelatihan pada angkatan pertama. 
Tujuannya untuk mempersiapkan guru-guru yang nantinya diharapkan dapat mensosialisasikan mengenai kurikulum baru 2013 secara tepat dan benar  kepada rekan guru lainnya.
Setelah selesai mengikuti pelatihan, maka master teacher diharapkan akan menularkan ilmunya melalui pelatihan baru yang diikuti oleh guru-guru berikutnya.
Keterbatasan Kemdikbud untuk melatih seluruh guru dalam waktu yang relatif hampir bersamaan memunculkan gagasan sistem pelatihan multilevel. Dalam konteks ini, maka master teacher berada pada level pertama.
Master teacher, adalah guru yang dianggap memiliki kelebihan di atas rata-rata guru lainnya, antara lain dalam bentuk wawasan, pengetahuan, prestasi dan lain-lain.
Kini, Mendikbud melanjutkan gagasan master teacher tersebut sebagai bentuk karir lain bagi seorang guru. Tujuannya adalah untuk membangun iklim kompetisi di antara para guru.
"Kita ingin membangun atmosfer supaya guru berlomba untuk berprestasi. Karirnya tidak hanya berupa tunjangan profesi, pangkat, tapi ada status yang lain, yaitu master teacher," ujar Mendikbud, Mohammad Nuh, sebagaimana diberitakan disini.
Nuh menjelaskan, salah satu tujuan konsep master teacher adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri guru, dan memotivasi guru  untuk terus berprestasi. Oleh karena itu, pemilihan master teacher pun didasarkan atas persyaratan atau kualifikasi prestasi.
"Bisa guru juara lomba nasional, guru teladan nasional, guru terbaik di sekolah-sekolah swasta, negeri, sekolah internasional, ada juga sebagian dosen dan praktisi sebagai pelatih. Mereka yang akan memberikan pelatihan ke guru-guru yang akan menjadi master teacher," kata M. Nuh.
Saat ini, prioritas pertama untuk menguikuti pelatihan adalah diberikan kepada guru-guru yang mengajar di kelas I dan IV SD, kelas VII SMP dan kelas IX SMA/SMK. Hal ini disesuaikan dengan tahapan pemberlakuan kurikulum baru yang dimulai dengan kelas-kelas tersebut.
Pada pelaksanaannya, pelatihan untuk master teacher akan dilakukan secara paralel per angkatan. Artinya, usai pelatihan master teacher, dan lulusannnya dianggap bagus dan memenuhi syarat, maka mereka akan melatih guru-guru lainnya.
Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, pelatihan untuk master teacher angkatan kedua akan dilaksanakan pula, bersamaan dengan pelatihan guru-guru lain di daerah-daerah. Begitu seterusnya, hingga semua guru memperoleh pelatihan mengenai pemberlakuan kurikulum baru 2013.
"Begitu angkatan satu master teacher selesai dan dinyatakan qualified, dia langsung terjun ke lapangan, training guru-guru di mana-mana," jelas Mendikbud.
Saat ini, Kemdikbud sedang menginventarisasi seluruh rekam jejak para guru, kepala sekolah dan pengawas yang memiliki prestasi, baik di level nasional maupun internasional.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, Chairil Anwar Notodiputro memperkirakan alokasi jumlah calon master teacher per provinsi adalah sekitar 5-10 orang untuk setiap jenjang pendidikan. 
Salah satu kriterianya, bisa dilihat berdasarkan hasil Ujian Kompetensi Guru (UKG) paling tinggi di setiap provinsi. ***[Srie]


Catatan: Artikel terkait master teacher (Kemdikbud Siapkan Master Teacher) dapat dibaca di sini




Tidak ada komentar:

Posting Komentar