Sabtu, 29 Desember 2012

Mendikbud: Masukan Uji Publik Akan Dicermati, Bukan Untuk Pantes-pantesan


Srie, - Kemdikbud membantah adanya tudingan sebagian pihak yang mengatakan uji publik hanya formalitas belaka. 
Mendikbud, Mohammad Nuh mengatakan, sejak Kamis (27/12) lalu pihak Kemdikbud telah membuat tim yang akan bertugas untuk membahas semua masukan yang diberikan oleh masyarakat selama uji publik berlangsung.
Nuh berjanji bahwa semua masukan publik, baik yang bernada positif maupun negatif akan diperhatikan, dicermati dan dipertimbangkan untuk penyempurnaan kurikulum baru.
"Jadi mulai dari apa saja yang beredar di publik itu harus dicermati dengan baik. Selama ini kan ada yang bilang percuma usul paling untuk pantes-pantesan," kata Nuh saat jumpa pers Akhir Tahun 2012 di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Jumat (28/12), sebagaimana dikutip dari sini.
Ia menambahkan, hingga saat ini tim kecil masih terus mencatat berbagai masukan terkait kurikulum baru yang diperoleh saat uji publik berjalan selama tiga pekan lalu.
Pada tahap berikutnya, seluruh masukan itu akan dibahas oleh pihak Kemdikbud untuk memperkaya program yang telah ada. Bahkan, berbagai masukan itu dapat digunakan agar memperoleh formulasi kurikulum baru yang sesuai dengan harapan masyarakat.
"Pemerintah tidak pernah melarang adanya pendapat berbeda dari masyarakat. Justru itu dapat menjadi pengayaan bagi program yang ada," jelas Nuh. 
Selama uji publik kurikulum baru berlangsung, banyak pihak yang bersikap skeptis. Ada sebagian masyarakat yang menganggapnya cuma formalitas belaka. Bahkan, ada pula yang mengatakan uji publik hanyalah bohong-bohongan saja.
Uji publik berlangsung sejak 29 Nopember 2012 di berbagai kota di seluruh Indonesia, dan telah dinyatakan usai atau ditutup pada hari Minggu (23/12) lalu. *** [Srie]




Tidak ada komentar:

Posting Komentar