Rabu, 05 Desember 2012

Mengapa Kurikulum KTSP (2006) Harus Dirombak? Ini Alasannya!


KTSP
Srie, - Kemdikbud telah menyampaikan sosialisasi mengenai rencana pemberlakukan kurikulum baru pada tahun 2013 sejak beberapa hari lalu. Namun,  masih ada saja mereka yang belum memahami alasan secara persis mengapa kurikulum sebelumnya harus dirombak.

Pertanyaan yang sering muncul, mengapa kurikulum KTSP (2006) yang baru berumur 6 tahun itu harus segera diganti? Adakah kelemahan atau kekurangan yang mendasar yang melekat pada kurikulum KTSP? Lantas, secara keseluruhan npertimbangan apa sajakah yang mendasari Kurikulum 2013?
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membantu menjawab sejumlah pertanyaan di atas. Untuk mengetahui dokumen resmi berupa materi presentasi Mendikbud mengenai hal tersebut dapat diklik di sini.
Dalam draft kurikulum 2013 yang telah diumumkan kepada publik disebutkan sejumlah permasalahan yang melekat pada kurikulum KTSP sehingga oleh Kemdikbud dijadikan alasan untuk segera dirombak, yaitu :
1.     Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.
2.     Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
3.     Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
4.     Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.
5.     Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
6.     Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
7.     Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala.
8.     KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
Sementara itu, alasan pengembangan kurikulum mengacu pada empat masalah pokok, yaitu (1) tantangan masa depan, (2) kompetisi masa depan, (3) fenomena negatif yang mengemuka; dan (4) persepsi masyarakat.
Rincian mengenai keempat masalah pokok alasan di atas dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 
Alasan perubahan kurikulum

Bagaimana menurut pendapat Anda? Semoga bermanfaat. *** [Srie]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar