Jumat, 21 Desember 2012

Palsukan Data Rapor Siswa, Unibraw Blacklist 48 SMA


Srie,- Mekanisme penerimaan calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur undangan rawan pemalsuan data yang dilakukan oleh pihak sekolah.
Untuk memberikan kesan siswanya berprestasi, pimpinan sekolah bisa memanipulasi angka rapor siswanya dengan cara mengatrol nilai lebih tinggi dari nilai sebenarnya yang diperoleh siswa.
Lantas, bagaimana pihak Kemdikbud atau PTN terkait dalam mengantisipasinya? Wamendikbud, Musliar Kasim mengatakan nilai pada rapor akan diperiksa dan dibandingkan dengan nilai hasil Ujian Nasional (UN) yang diperoleh siswa bersangkutan.
“Dengan 20 jenis soal, UN akan berjalan dengan adil tanpa kecurangan. Idealnya nilai UN dan nilai rapor harus seimbang," jelas Musliar, sebagaimana diberitakan di sini.
Nyatanya, pemalsuan data rapor siswa kerap terjadi. Pemalsuan nilai rapor beberapa kali ditemui oleh pihak PTN yang menerima mahasiswa baru melaui jalur undangan.
Terakhir, Universitas Brawijaya (Unibraw) menemukan kasus pemalsuan nilai rapor siswa yang dilakukan oleh 48 SMA di berbagai daerah.Atas kasus tersebut, Unibraw  kini telah memasukkan ke-48 SMA ini dalam daftar hitam (blacklist) di kampusnya.
Sekolah-sekolah yang telah berbuat curang tersebut tidak akan mendapat jatah kembali agar siswanya dapat masuk ke PTN yang berlokasi di Malang, Jawa Timur ini.
"Tahun lalu ke-48 SMA ini telah memalsukan data siswanya agar bisa diterima di UB melalui jalur undangan. Dari 48 SMA ini tidak satu pun yang berasal dari Kota Malang," kata Rektor UB Prof Dr Yogi Sugito, di Malang, Kamis (20/12), sebagaimana diberitakan di sini.
Yogi menjelaskan, indikasi adanya kecurangan dalam laporan data siswa diketahui saat terdapat sejumlah kejanggalan. Yakni, ada siswa yang berprestasi, namun tidak didaftarkan oleh pihak sekolah.
Sebaliknya, ada siswa yang tidak masuk ranking terbaik saat di SMA justru didaftarkan ke Unibraw, yang akhirnya diterima sebagai mahasiswa di PTN tersebut.
Ia menambahkan, kampusnya mengacu pada sejumlah kriteria dalam menerima calon mahasiswa melalui jalur undangan.
Di antaranya, berdasarkan rata-rata skor SNMPTN secara nasional, rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) siswa, dan reputasi sekolah yang bersangkutan berdasarkan data dari Disdik setempat.
Tahun 2013 ini penerimaan mahasiswa baru melalui SNPTN jalur undangan kuotanya akan diperbesar hingga lebih dari 50 persen dari total seluruh jumlah mahasiswa baru yang diterima.
Adapun tahapan SNMPTN 2013 telah dimulai sejal 17 Desember 2012 hingga 8 Februari 2013, dengan cara mengisi data siswa oleh pihak sekolah melalui Pengisian Pangkalan Data Siswa (PPDS).
Tahapan SNMPTN 2013 yang terdiri atas dua tahap, yakni pengisian PPDS oleh sekolah dan pendaftaran online oleh siswa, beserta ketentuan, persyaratan dan jadwalnya dapat dibaca selengkapnya di sini. *** [Srie]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar