Kamis, 20 Desember 2012

Panja DPR Tahan Anggaran Kurikulum Sebesar Rp 684,4 Miliar?

Srie, - Agaknya prores pergantian kurikulum tidak akan berlangsung mulus sesuai dengan apa yang dirancang oleh Mendkikbud. Paling tidak, dari segi anggaran akan ada masalah ketika Panja Kurikulum Komisi X DPR mulai menentukan sikapnya.
Sejak akhir bulan Nopember lalu, Panja Kurikulum ini sebenarnya telah meminta Kemdikbud agar menuda rencana perubahan kurikulum. Pokok alasannya, pihak Kemdikbud belum melakukan riset dan evaluasi yang sungguh-sungguh dan menyeluruh atas kurikulum sebelumnya.
Keresahan masyarakat atas rencana perubahan kurikulum, kemudian dijadikan alasan Panja Kurikulum untuk melakukan intervensi. Yakni, DPR menunda rekomendasi, terutama terkait dengan penganggaran untuk pelatihan guru dan pengadaan buku baru.
"Saya tahu kurikulum itu wewenang pemerintah. Tapi kalau sudah membuat resah masyarakat, DPR tentu tak ada salahnya turun," kata anggota Panja Kurikulum, Ferdiansyah di Jakarta, Rabu (19/12), sebagaimana diberitakan di sini.
Ferdiansyah mengatakan, pihaknya mempersilakan Kemdikbud untuk melanjutkan tahapan uji publik yang masih berlangsung hingga akhir pekan ini. Anggaran untuk keperluan uji publik di berbagai kota pun tidak akan dipermasalahkan oleh DPR.
Akan tetapi, khusus anggaran untuk pelatihan guru dan pengadaan buku, Panja belum menyetujuinya. Artinya, anggaran yang diperuntukkan dalam rangka pelatihan sebagai persiapan sosialisasi kurikulum baru dan anggaran pengadaan buku baru yang dijadikan pegangan bagi siswa dan guru itu akan ditahan untuk sementara.
"Kami menyetujui yang lain kecuali anggaran pelatihan guru dan pengadaan buku. Itu menunggu hasil Panja Kurikulum," tutur Ferdiansyah.
Berdasarkan data yang dipegang oleh Panja Kurikulum, ternyata anggaran pergantian kurikulum mencapai Rp 684,4 milyar. Jumlah anggaran ini terbagi menjadi dua bagian berdasarkan masing-masing direktorat pembinaan pada tiap jenjang sekolah, yakni Dit. PSD dan Dit. PSMP, serta Dit. PSMA dan Dit. PSMK.


Anehnya, pihak Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kemdikbud sendiri masih kebingungan. Ferdiansyah sempat mendengar langsung dari pejabat bersangkutan yang mengatakan tidak ada anggaran pelatihan guru untuk perispan kurikulum baru
"Tidak ada anggaran pelatihan katanya. Adanya anggaran untuk bintek. Ini pola penganggarannya masih membingungkan," jelas Ferdiansyah.
Membingungkan? Sekadar basa-basi, ngeles ataukah pertanda persiapan perubahan kurikulum yang kurang matang? Entahlah. *** [Srie]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar