Kamis, 13 Desember 2012

Pendidikan di Asia Kembali Duduki Peringkat Teratas Dunia


Srie, - Suatu kajian mengenai peringkat pendidikan negara-negara di dunia kembali menempatkan banyak negara Asia pada urutan teratas. 
Pendidikan di Singapura, Hongkong dan Korea Selatan menduduki peringkat tertinggi hasil penilaian yang disusun oleh peneliti Boston College, Amerika Serikat, berdasarkan perbandingan internasional di sejumlah bidang utama kajian.

Tolak ukur yang digunakan dalam kajian ini adalah ujian pada tahun 2011 yang diikuti oleh 900.000 siswa di 60 negara di dunia. Ujian meliputi tiga bidang utama, yaitu Matematika, Sains dan Membaca.
Untuk bidang Matematika tingkat Sekolah Dasar (SD), Singapura berada pada posisi peringkat pertama, kemudian disusul oleh Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, Jepang dan Irlandia Utara.
Di bidang Sains tingkat SD, peringkat pertama diduduki oleh Korea Selatan, kemudian diikuti oleh Singapura, Finlandia dan Jepang.
Sedangkan di bidang membaca untuk jenjang yang sama, Hongkong meraih peringkat pertama, selanjutnya dubuntuti oleh Rusia, Finlandia, Singapura, Irlandia Utara dan Amerika Serikat.
Berlanjut
Agaknya, posisi jawara anak-anak di Asia masih terus berlanjut. Jauh sebelumnya, pada tahun 1995, The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) telah melakukan kajian perbandingan atas pencapaian hasil belajar matematika dan sains (IPA) pada Kelas 8 atau kelas 2 SMP.
Kajian meliputi 41 negara di dunia, di mana hasilnya adalah Singapura, Korea selatan dan Jepang menempati peringkat tertinggi, bahkan jauh melampaui prestasi yang diraih oleh anak-anak Amerika Serikat.
Sebuah hasil kajian yang cukup penting dan bersejarah bagi kemajuan pendidikan di dunia. Mengapa? Karena, selanjutnya Amerika Serikat harus belajar kepada negara-negara tersebut, khususnya Jepang, yang kemudian melahirkan program Lesson Study.
Salah satu negara yang menikmati hasil kajian itu adalah Indonesia. Sejak 1998, Indonesia telah ikut pula belajar mengenai Lesson Study. Hingga mulai tahun 2005, Lesson Study mulai diterapkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia.
Secara sekilas, bagaimana pendidikan Amerika Serikat kalah dari Jepang, kemudian harus belajar Jugyokenkyu (Lesson Study) ke negeri matahari terbit itu, dapat dibaca di sini.
Cermin Kemajuan
Perbandingan mengenai capaian hasil pendidikan seperti itu dianggap semakin penting untuk mengukur kemampuan siswa terhadap standar internasional di negara-negara lain. Di Indonesia, hasil kajian ini dijadikan sebagai salah satu dasar perombakan kurikulum, baik Kurikulum KTSP 2006 lalu maupun Kurikulum 2013 yang masih dalam uji publik.
Pada sisi lain, hasil kajian tersebut juga menunjukkan kian eratnya kaitan pendidikan dengan kemajuan ekonomi di suatu negara. Wartawan BBC, Sean Coughlan melaporkan kemajuan pendidikan di negara-negara Asia mencerminkan keberhasilan negara-negara tersebut di bidang ekonomi.
Sementara penyusun table peringkat sekolah dari Boston College, Michael martin mengatakan keberhasilan pendidikan di negara-negara yang berada di urutan teratas itu mecerminkan investasi jangka panjang suatu negara di bidang pendidikan.
Lalu, bagaimana hubungannya dengan Indonesia? Inilah salah satu hal yang melatarbelakangi mengapa Mendikbud kita terkesan begitu ngotot untuk melakukan perombakan kurikulum lama. [Baca juga: “Mendikbud:Ini Resiko, Saya Berani Untuk Perubahan”]. Mungkinkah usahanya akan berhasil memperbaiki peringkat pendidikan di Indonesia? Semoga saja. *** [Srie]
 Catatan: 
1. Sumber berita, BBC Indonesia klik di sini.
2. Baca juga Peringkat Pendidikan Indonesia Rendah di Dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar