Sabtu, 15 Desember 2012

Revolusi Pendidikan: Kuliah Online Diluncurkan Sejumlah Universitas di Inggris


kuliah online
Srie, - Pengaruh media internet kini kian menjadi nyata. Dunia pendidikan formal pun tak terelakkan lagi terkena dampaknya. Sebuah revolusi bentuk pembelajaran di kampus resmi akan mengalami penyesuaian yang lebih radikal lagi. Apakah itu?
Namanya kuliah online. Sejumlah universitas di Inggris baru saja meluncurkan proyek online yang memungkinkan kuliah dapat dilakukan melalui komputer, tablet atau telepon pintar (smartphone).

Direncanakan, kuliah secara online atau melalui media internet ini sudah akan bisa dimulai pada tahun 2013. Beberapa universitas di Inggris ikut ambil bagian dalam proyek yang dianggap cukup bersejarah ini.
Di antaranya, adalah Universitas Terbuka, Bristol, King’s College London, Lancaster, Brimingham dan St Andrews. Sebuah perusahaan baru bernama Future Learn telah dibentuk untuk mengorganisir proyek kuliah online ini.
Menteri Urusan Universitas, David Willets mengatakan bahwa proyek pengajaran melalui online ini merupakan revolusi terhadap cara konvensional dalam model pendidikan resmi. Proyek ini merupakan langkah terbesar yang dilakukan oleh Inggris untuk terlibat dalam kuliah melalui internet.
Saat ini, sejumlah universitas yang terlibat dalam proyek kuliah online akan segera memutuskan mengenai teknis perkuliahan, termasuk bagaimana pelaksanaan ujian dan penilaian terhadap mahasiswa yang terlibat.
Penyesuaian atas sejumlah mata kuliah pun akan dilakukan. Nantinya, mata kuliah akan dirancang secara khusus agar juga dapat diakses dengan baik melalui tablet (misalnya iPad) dan telepon seluler.
Sekurangnya ada dua hal yang ingin diraih dalam proyek kuliah online. Pertama, nama sejumlah universitas yang terlibat diperkirakan akan terangkat secara global. Kedua, menjawab kecenderungan penurunan jumlah mahasiswa di Inggris yang mendaftar di kampus-kampus konvensional.
Untuk hal yang kedua ini, dikuatkan dengan kenyataan bahwa peluncuran proyek online dilakukan hanya sehari setelah sejumlah universitas mengakui adanya penurunan jumlah mahasiswa baru yang mendaftar.
Disebutkan, bahwa pada tahun ini telah terjadi penurunan 54.000 jumlah mahasiswa yang mendaftar di berbagai universitas di Inggris. Diduga kuat, hal ini berkaitan dengan makin mahalnya biaya perkuliahan di kampus konvensional.
Tahun 2013 merupakan tahun pertama di Inggris dalam penerapan biaya kuliah yang meningkat hingga 300 % atau kini menjadi £ 9.000 (sekitar Rp 140 juta) per tahun.
Dengan demikian, proyek kuliah online juga dianggap sebagai solusi bagi kian mahalnya biaya perkuliahan di Inggris. Proyek ini diharapkan kian dapat menjangkau lebih banyak lagi mahasiswa dengan biaya kuliah yang jauh lebih murah.
Sebagai perbandingan,saat ini kuliah online di Amerika Serikat terus mengalami peningkatan dengan mata kuliah yang disebut Massive Open Online Couses atau MOOC. Sejumlah universitas besar di Amerika Serikat telah ikut ambil bagian dalam proyek kuliah online bersama ini, termasuk Harvard, Stanford dan MIT.
Lalu, bagaimana dengan kuliah online di Indonesia? Saat ini pun telah ada sejumlah kampus di Indonesia yang telah meluncurkan kuliah online. Namun, hingga kini kuliah online masih dalam tahap terbatas yang dilakukan oleh masing-masing universitas.
Kuliah online masih merupakan bentuk pengembangan yang bersifat komplementatif dari sistem perkuliahan konvensional, seperti dilakukan oleh ITB, UI, Unpad, Unikom, Binus, dan lain-lain. 
Apakah anda tertarik untuk mengikuti kuliah online? *** [Srie]

Catatan: Sumber berita BBC Indonesia

1 komentar:

  1. Semoga perguruan tinggi di Indonesia dapat mengikuti jejak PT di luar negri melalui kuliah online

    BalasHapus