Rabu, 12 Desember 2012

SNMPTN 2013 Beda: Biaya Pendaftaran Gratis, Lalu Apalagi?


Srie, - Ada kabar gembira bagi para calon mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Apakah itu?
Para lulusan SMA atau sederajat tidak akan dikenai pungutan biaya pendaftaran saat mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNPTN) pada tahun 2013 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Mendikbud, Mohammad Nuh usai konferensi pers dalam acara peluncuran SNMPTN 2013, di Jakarta, Senin (10/12) lalu.
"Pendaftaran semuanya gratis baik yang bidikmisi dan non-bidikmisi. Dulu, pada 2012 biaya SNMPTN jalur undangan itu sebesar Rp150-200 ribu," kata M. Nuh, sebagaimana diberitakan oleh antaranews.com.
Untuk keperluan SNMPTN 2013, Kemdikbud telah mangalokasikan anggaran sebesar Rp 100 miliar agar peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.
Mendikbud mengatakan, pembebasan biaya pendaftaran merupakan amanah UU bahwa pendidikan di Indonesia harus berkeadilan dan dapat menjamin siapa saja sapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.
"Selama ini kan yang jadi hambatan itu baru mau masuk perguruan tinggi saja sudah kepikiran bayar uang pendaftaran. Sedangkan rektor, tidak berani menjamin kalau peserta yang membayar pendaftaran akan diterima di perguruan tingginya," ujar Nuh. 
Ia menambahkan, pembebasan biaya SNMPTN melengkapi kuota penerimaan di perguruan tinggi yang lebih besar yaitu 60 persen dari seluruh mahasiswa. Tujuannya adalah agar memberikan rasa aman kepada para lulusan tingkat SMA untuk mau melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
"Kita harus memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi," ujarnya.
Menurut Nuh, mulai tahun 2013 seleksi masuk PTN akan mengintegrasikan hasil belajar siswa dan prestasi lainnya selama belajar di SMA/SMK. Termasuk di dalamnya adalah nilai rapor dan hasil Ujian Nasional (UN).
Perbedaan
Sementara itu, Ketua Umum Panita Pelaksana SNMPTN 2013 Akhmaloka mengungkapkan mengenai perbedaan pelaksanaan SNMPTN 2013 dibandingkan SNMPTN tahun sebelumnya.
Diantaranya, (1) calon mahasiswa tidak dikenakan biaya pendaftaran; (2) calon mahasiswa wajib mengirim data prestasi siswa ke PDSS SNMPTN, dan (3) akreditasi sekolah tidak lagi menentukan jumlah siswa yang boleh mendaftar.
"Jadi semua siswa dari sekolah SMU dan sederajat bisa mendaftar SNMPTN," kata Akhmaloka, yang juga Rektor ITB itu, Senin (10/12) di Jakarta.
Pada tahun lalu, akreditasi sekolah menentukan jumlah siswa yang boleh mendaftar SNMPTN. Misalnya, sekolah yang terakreditasi A mendapat kuota diperbolehkan mendaftarkan siswanya sebanyak 50 persen. Sementara sekolah terakreditasi B, kuotanya sejumlah 35 persen dari jumlah siswa, dan akreditasi C sebanyak 15 persen, atau bahkan 5 persen.
Pada tahun 2013, jumlah calon mahasiswa yang akan ikut SNMPTN diperkirakan mencapai 1,5 – 2 juta orang. Aturan baru yang membaskan kuota bagi sekolah, dan adanya kuota penerimaan 60% dari jumlah seluruh mahasiswa diperkirakan akan meningkatkan jumlah calon mahasiswa yang ikut mendaftar SNMPTN.
Khusus mengenai biaya, Akhmaloka mengingatkan bahwa untuk seleksi bersama yang dilakukan oleh perguruan tinggi tidaklah gratis. Jumlah calon mahasiswa yang diterima melalui seleksi bersama ini berjumlah minimal 30 persen.
"Hanya saja seleksi bersama ini tidak gratis karena ini memang menyangkut banyak hal seperti tempat pelaksanaan ujian," katanya.
Dua Tahap
Terkait dengan teknis pelasanaannya, Akhmaloka menjelaskan,   sekolah yang berhak mengikutisertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah, baik negeri atau swasta, yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data sekolah dan prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Dengan demikian, ada dua tahap dalam proses pendaftaran SNMPTN 2013. Yaitu, tahap pengisian PDSS dan tahap pendaftaran. Pada tahap pengisian PDSS dilakukan oleh Kepala Sekolah yang mengisi data para siswa secara online.
Usai input data, Kepala Sekolah memberikan password kepada siswa untuk melakukan verifikasi datanya. Selanjutnya, calon mahasiswa diminta melakukan verifikasi.
“Bagi siswa yang tidak melakukan verifikasi data yang diberikan oleh Kepala Sekolah, maka data tersebut akan dianggap benar,” ujar Akhmaloka.
Terakhir, calon mahasiswa melakukan pendaftaran sendiri secara online dengan menggunakan nomor induk dan password awal yang diberikan oleh Kepala sekolah.
Jadwal
Akhmaloka menambahkan, jadwal pengisian PDSS dimulai 17 Desember 2012 hingga 8 Februari 2013. Nantinya, pengisian PDSS akan dilakukan secara berkala oleh sekolah pada setiap akhir semester.
Pendaftaran SNMPTN baru dibuka pada 1 februari hingga 8 Maret 2013. Proses seleksinya telah ditetapkan pada tanggal 9 Maret-27 Mei 2013. Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada tanggal 28 Mei 2013, sedangkan pendaftaran ulang bagi calon mahasiswa yang lulus seleksi dijadwalkan pada tanggal 11-12 Juni 2013.
"Jumlah calon mahasiswa peserta SNMPTN 2012 jalur undangan terdaftar 236.811, yang diterima 53.401. Sementara Tertulis yang daftar 618.812 , sebanyak 118.233 diterima. Total penerimaan dari undangan dan tertulis sebesar 171.634. Untuk target penerimaan 2013 itu sebesar 150.000 peserta," jelasnya. *** [Srie] 

Catatan: Untuk mengetahui selengkapnya mengenai ketentuan, persyaratan, tata cara pendaftaran, dan jadwal SNMPTN 2013 dapat di lihat dan diunduh di sini .





Tidak ada komentar:

Posting Komentar