Selasa, 18 Desember 2012

Teknik Overview, Sangat Cocok Untuk Pembelajaran IPS


Oleh Srie
Masih mengalami kesulitan saat mengajarkan pelajaran IPS? Cobalah gunakan teknik overview. Apakah itu?
Teknik overview adalah suatu cara mengantarkan suatu bahasan dengan menayangkan atau menampilkan terlebih dahulu tinjauan sekilas mengenai materi yang akan dibahas.

Dalam dunia pendidikan, teknik semacam ini biasa dikenal sebagai bagian dari bentuk apersepsi. Yaitu suatu tahapan permulaan dalam proses pembelajaran, sebelum siswa diajak mengikuti pokok materi yang telah direncanakan.
Caranya, bisa bermacam-macam. Mulai dari sekedar bertanya, bercerita atau meminta siswa untuk melakukan sesuatu yang ringan namun diharapkan dapat menarik perhatian untuk mengikuti tahap pembelajaran selanjutnya.
Dalam dunia jurnalistik atau komunikasi publik, teknik overview sudah lazim digunakan. Misalnya, seorang moderator atau pembawa acara di suatu TV yang hendak mengantarkan dialog, talkshow atau diskusi dengan sejumlah pembicara.
Biasanya, sebelum acara dialog atau diskusi itu dimulai, moderator akan mengajak pemirsa untuk menyaksikan tayangan sekilas mengenai sebuah cuplikan berita, rangkuman pendapat, atau pengantar naratif.
Tujuannya, agar pemirsa memahami latar belakang dan tema materi yang akan dibahas. Dengan tayangan overview, pemirsa pun akan terbantu lebih fokus dan tertarik untuk mengikuti lanjutan acara yang akan digelar.
Begitu pun dalam dunia komunikasi publik lainnya, seperti seminar, pelatihan, workshop, rapat, dan lain-lain. Tentu, tak terkecuali, teknik overview pun bisa diadopsi dan dihadirkan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran.
Cuplikan Berita
Bentuk dan materi overview pra pembelajaran bisa bermacam-macam. Bisa berupa cuplikan berita, liputan khusus, testimoni, atau fragmen singkat dari sebuah film yang memiliki kaitan dengan materi pelajaran.
Misalnya, saat guru hendak mengajarkan tentang kelangkaan sumber daya dan kebutuhan manusia, maka overview bisa berupa cuplikan berita mengenai antrian BBM (bahan bakar minyak). Bisa juga, berupa tayangan mengenai potret kemiskinan di suatu daerah di mana terdapat beberapa ibu dan anak miskin di tengah lahan yang gersang.
Prinsipnya, bisa macam-macam bentuk dan materi terkait yang bisa di-overview-kan. Lantas, dari mana bahan overview itu didapat? Bisa mengunduh dari internet dalam bentuk foto, video atau tulisan yang menguraikan mengenai hal dimaksud.
Selanjutnya, kalau bisa lakukan sedikit pengeditan agar disesuaikan dengan konteks pembelajaran. Siapkan file konten overview tersebut dalam komputer atau laptop. Hanya dengan bantuan slide projector, maka overview akan bisa ditayangkan di awal pembelajaran.
Bukan Tukang Film
Jadi, cukup mudah bukan? Setelah tayangan overview, ajak siswa untuk berkomentar, pancing anak-anak untuk bertanya, menanggapi dan berdiskusi. Lalu, sedikit demi sedikit arahkan mereka untuk lebih penasaran ingin mengetahui materi selanjutnya.
Kunci keberhasilan pasca tayangan overview adalah kemampuan guru untuk memancing siswa mau menanggapi dan berdiskusi. Untuk keperluan ini, guru harus jauh lebih banyak lagi memiliki sejumlah informasi terkait materi tersebut.
Inilah pentingnya guru harus banyak membaca berita terkait, dan terkini. Termasuk pula, membaca opini yang membahas sekitar masalah tersebut. Jika guru memiliki banyak informasi yang terkait dengan materi, - di luar yang ada di buku teks pelajaran -, maka separuh keberhasilan guru dalam berkomunikasi telah ada di tangan.
Sebaliknya, bila guru menayangkan sebuah overview tanpa dibarengi sejumlah informasi yang memadai di otaknya, maka guru akan jatuh tak lebih sebagai tukang putar film belaka. Sebuah profesi yang sangat jauh berbeda, bukan?
Konteks, Konten, Komunikasi
Dalam pengajaran IPS, kedudukan dan peran overview akan sangat membantu, terutama dikaitkan dengan tiga hal penting. Pertama, overview memberikan konteks kekinian bagi materi pelajaran yang sebelumnya dianggap “jadul” dan kurang menarik.
Kedua, overview akan memperkaya konten materi pelajaran itu sendiri, sehingga siswa akan merasa lebih senang dengan tambahan informasi dan pengetahuan yang baru. Ketiga, overview adalah bagian dari seni berkomunikasi saat guru mengajar, sehingga pengajaran akan berlangsung secara lebih menarik dan menyenangkan.
Tentu saja, teknik overview akan berlaku bagi mata pelajaran lainnya di luar IPS. Namun demikian, mapel IPS akan jauh lebih membutuhkan model apersepsi yang mampu mengajak siswa menemukan konteks (kekinian) yang lebih menarik.
Berbeda halnya, misal dengan mapel eksakta (Matematika dan IPA), yang relatif bisa langsung membahas ke materi utama. Dalam mapel eksakta, unsur konteks masih kalah jauh dari unsur konten materi pelajaran itu sendiri.
Inilah salah satu yang membedakan model pembelajaran IPS dengan eksakta. Dalam IPS, unsur konteks, hampir lebih besar diperlukan untuk mendukung terselanggaranya pembelajaran yang lebih baik, efektif dan menarik. *** [Srie]


1 komentar:

  1. Saya kira overview itu sama dengan review, ternyata berbeda yaa

    BalasHapus