Rabu, 12 Desember 2012

Tiap Tahun, Puluhan Ribu Guru di Inggris Alih Profesi


Srie, - Ternyata bukan hanya di Indonesia masalah guru diperbincangkan oleh publik secara luas. Salah satunya adalah di Inggris. Ada apa dengan guru di sana?
Diberitakan oleh BBC Indonesia, akhir-akhir ini guru-guru di negeri Ratu Elizabeth itu banyak yang meninggalkan profesinya sebagai pendidik. Disebutkan, bahwa pada tahun 2011-2012 terdapat sekitar 47.700 guru yang beralih profesi.

Angka resmi pemerintah Inggris memperlihatkan jumlah alih profesi guru ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 20 persen. Pada tahun sebelumnya (2010-2011) tercatat ada 40.700 guru yang telah lebih dahulu melepas profesinya mengajar di kelas.
Adanya peningkatan jumlah guru yang melepaskan profesinya itu terungkap saat Parlemen Inggris mengadakan rapat dengar pendapat dengan Menteri Urusan Sekolah, David Laws, Selasa (4/12), pekan lalu.
Meski terjadi peningkatan jumlah guru yang beralih profesi dalam dua tahun terakhir, namun pihak pemerintah Inggris masih belum menyimpulkan sebagai kecenderungan umum yang bersifat jangka panjang.
Kondisi yang mengacu pada angka statistisk tersebut dinilai sebagai sesuatu yang masih bersifat sementara. Misalnya, pada kurun waktu 2005-2006 terdapat sekitar 42.870 guru yang keluar.
Namun, pada lima tahun berikutnya, secara berturut-turut menunjukkan angka penurunan alih profesi guru. Angka ini diketahui sebelum statistik terbaru mengenai peningkatan guru yang tanggalkan profesi terungkap di Parlemen.
PM Inggris Gagal?                                               
Berkenaan dengan angka statistik mengenai profesi guru ini, anggota Parlemen dari Partai Buruh, Stephen Twigg memberikan kritik terhadap pemerintah Inggris. Menurutnya, keadaan ini dianggap sebagai bentuk kegagalan dari Perdana Menteri (PM) David Cameron dan Menteri Pendidikan, Michael Gove.
“Untuk meningkatkan standar pendidikan, kita membutuhkan guru lebih banyak dan lebih baik. Namun, David Cameron dan Michael Gove mengancam standar itu, karena menyaksikan ribuan lebih guru meninggalkan profesinya,” kata Twigg.

Moral Guru Turun
Seorang pimpinan serikat guru NASUWT, Chris Keates mengatakan dirinya tidak terkejut saat mengetahui angka-angka peningkatan jumlah guru yang alih profesi.
Dengan mengutip temuan survei yang dilakukan oleh organisasi profesi guru yang dipimpinnya, Keates mengatakan bahwa guru-guru di Inggris banyak yang merasakan moral dan profesionalismenya menurun pada akhir-akhir ini.
“Angka ini tidak mengejutkan, mereka mengukuhkan temuan dari survei NASUWT baru-baru ini yang memperlihatkan 84% guru merasa moral dan profesionalismenya menurun, sementara 50% lebih guru secara serius mempertimbangkan untuk keluar dalam waktu setahun terakhir,” ujar Keates.
Ia menambahkan, penurunan jumlah guru itu bukan hanya merupakan keprihatinan bagi organisasi profesi guru. Namun juga, bagi orang tua dan siswa yang kehilangan guru berpengalaman dan berdedikasi.
"Kami tahu guru benar-benar menikmati pekerjaannya di ruang kelas. Itu pekerjaan yang hebat, namun guru membutuhkan dukungan dan bukan kritik yang terus menerus," tambah Keates.
Pelatihan Guru
Menanggapi permasalahan tersebut, Partai Buruh memintah pemerintah untuk mendorong program peningkatan jumlah guru dengan cara melakukan bujukan terhadap para lulusan universitas terkemuka untuk bersedia menjadi guru.
Pemerintah Inggris sendiri telah melakukan langkah-langkah solusi, antara lain melakukan perekrutan guru dengan membuka peluang bagi semua orang untuk mengikuti pelatihan guru. Kementerian Pendidikan Inggris mengungkapkan bahwa pada tahun lalu tercatat angka tertinggi dalam jumlah perekrutan guru yang mengikuti program pelatihan.
Hasilnya, pada tahun yang sama pemerintah Inggris dapat menekan angka kekurangan guru yang merupakan terendah sejak tahun 2005. Sejak pertengahan Oktober lalu, pemerintah Inggris pun telah menawarkan beasiswa sebesar £ 20.000 per orang kepada para sarjana jika bersedia dilatih untuk menjadi guru komputer.
"Mengajar, kini menjadi salah satu profesi yang lebih menarik. Kami menarik calon-calon guru pilihan yang cerdas dengan bea siswa yang baik untuk subyek-subyek yang menjadi prioritas dan kami menempatkan guru ke ruang kelas dengan memberi mereka wewenang untuk menangani perilaku yang buruk," kata salah seorang juru bicara Kementerian Pendidikan Inggris. 
Hmm.. Ternyata serius juga ya masalah guru di sana? Banyak lowongan kerja untuk profesi guru. Adakah yang berminat untuk menjadi guru di Inggris? *** [Srie]
Catatan: Sumber berita dari BBC Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar