Kamis, 17 Januari 2013

DPR Nilai Kemdikbud Lebih Sibuk Urusi Cetak Buku? Ini Alasannya!


Srie, - DPR menilai Kemendikbud lebih sibuk mengurus pencetakan buku baru dibandingkan menyiapkan isi draft lengkap Kurikulum 2013 yang direncanakan berlaku mulai Juli tahun ini.
Pasalnya, hingga acara Rapat Kerja (Raker) usai pada Selasa (15/1), kemarin lusa, pihak Kemendikbud belum menyerahkan dokumen resmi draft Kurikulum 2013 yang lengkap dan utuh.
Anggota Komisi X DPR, Rohmani menyesalkan sikap Kemendikbud ini yang dianggap lebih perhatian pada urusan pencetakan buku daripada menuntaskan isi materi draft Kurikulum 2013 secara utuh dan lengkap.
“Padahal yang seharusnya menjadi pembicaraan utama dalam rapat kerja tersebut adalah hal-hal pokok terkait perubahan kurikulum tersebut,” kata Rohmani, sebagaimana dikutip dari sini.
Akibat belum diterimanya dokumen resmi itu, maka Komisi X DPR memutuskan untuk menuda Raker, dan dilanjutkan pada Rabu (16/1), keesokan harinya.
“Karena pemerintah tidak bisa memenuhi permintaan DPR untuk membagikan draft perubahan Kurikulum 2013, rapat kerja pada Selasa (15/1) ditunda dan dilanjutkan hari ini (Rabu, 16/1),” jelasnya.
Anggota legislatif asal daerah pemilihan (Dapil) Tegal dan Brebes, Jateng, ini sangat menyayangkan sikap Kemendikbud tersebut yang menyebabkan terjadinya penundaan Raker. Ia menegaskan, penundaan Raker itu wajar, sebab bila acara itu dilanjutkan dinilai akan percuma saja.
“Jadi, sebenarnya apa yang mau dibahas dalam raker ini. Sementara pemerintah tidak memberikan draft perubahan kurikulum tersebut. Percuma dibahas kalau tidak ada bahannya,” ungkapnya.
Cuma Powerpoint
Kekecewaan yang sama juga dilontarkan oleh anggota Komisi X lainnya, Ferdiansyah. Anggota legislatif asal Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, pada Raker sebelumnya, hari Kamis (10/1) malam, pihak Kemendikbud telah menyatakan kesanggupannya untuk menyerahkan dokumen resmi berbentuk grand design kurikulum pada Panja Kurikulum Komisis X DPR.
“Waktu itu kan kami minta dokumen resmi disertai surat pengantar resmi agar tidak ada lagi kesalahan seperti dokumen sebelumnya yang dibilang tidak diketahui menteri. Mereka menyanggupi, tapi ini belum ada,” ujar Ferdiansyah, Selasa (15/1), di Jakarta, seperti diberitakan di sini
Ia menambahkan, bahwa selama ini yang diterima oleh pihak Panja Kurikulum hanya berupa paparan dalam bentuk materi presentasi powerpoint saja. Sedangkan detail mengenai penerapan isi kurikulum baru itu tidak pernah secara tertulis diberikan kepada anggota dewan.
“Bagaimana kami mau merekomendasi, kalau bentuknya seperti apa saja kami belum pasti,” katanya.
Sebelumnya, pada Raker hari Selasa (15/1) lalu, pihak Kemendikbud diwakili oleh Wamendikbud, Musliar Kasim. Namun, dalam penjelasannya, mantan Rektor Unand Padang ini lebih banyak menguraikan implementasi kurikulum 2013 yang membutuhkan anggaran dana sangat besar.
Dikatakannya, bahwa untuk pengadaan buku dan pelatihan guru SD, SMP dan SMA/SMK hingga 2015, Kemedikbud telah menganggarkan dana Rp 3 triliun per tahun. [Baca: Implementasi Kurikulum 2013 Butuhkan Dana Rp 3 Triliun, DPR Menyayangkan].
Namun, sayangnya pada acara raker itu Wamendikbud justru tidak menjelaskan secara lebih rinci mengenai isi materi kurikulum baru itu sendiri.
Bahkan, hingga Raker usai, dokumen resmi draft lengkap kurikulum 2013 itu pun tidak dapat diberikan ke anggota dewan sesuai yang dijanjikan pada sepekan sebelumnya. Hingga, DPR memutuskan Raker ditunda, dan dilanjutkan keesokan harinya. *** [Srie]

Catatan: Baca juga,
1. Anggaran Kurikulum Membengkak Spektakuler!

2. Kemdikbud Tidak Profesional, Siswa Jadi Kelinci Percobaan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar