Selasa, 15 Januari 2013

Pernah Demo Ke Istana Negara, Ribuan Guru Gagal Sertifikasi 2012 Berharap Kebijaksanaan


Srie, - Ribuan guru yang pernah dinyatakan tidak lulus saat ikut Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon X Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2012 mengeluhkan mengenai nasibnya yang buram. Hingga kini, belum ada kejelasan kapan potret buramnya akan berubah.
Seorang guru di Majalengka, Asep Iwan, dalam emailnya mengatakan kepada Blog Srie, hingga pertengahan Januari 2013 ini, ribuan guru yang senasib dengan dirinya masih belum menemukan titik terang penyelesaian.
Dikatakannya,  meski pihaknya telah mengadukan nasib guru yang kebanyakan telah berusia sepuh dengan melayangkan surat ke Mendikbud, Menkeu dan Presiden SBY, namun perhatian dari para pejabat negara tersebut hingga kini belum menunjukkan keberpihakan atas nasibnya.
“Ingat, ada 24.000 guru yang tidak lulus seluruh Indonesia pada PLPG 2012, dan sedang berharap ada perubahan yang menggembirakan, agar semua bisa ceria kembali berkarya, membimbing para tunas bangsa,” ujar Iwan kepada redaksi Blog Srie, Sabtu (12/1), pekan lalu.
Unjuk Rasa di UPI
Guru PLPG Demo di depan istana negara (26/12/2012)
Ia menambahkan, bahwa sekitar 1.500-an guru ini sempat melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran pada tanggal 10 Desember 2012 lalu di depan Sekretariat Sertifikasi Guru, Kampus UPI yang beralamat di Jl. Setiabudhi, Bandung.
Saat itu, para guru menuntut pihak panitia pelaksana PLPG dan Kemendikbud agar meninjau ulang dan mencabut keputusan keputusan yang menyatakan mereka tidak lulus sertifikasi. Alasannya, mereka menilai banyak ketimpangan yang terjadi dalam penerapan kriteria kelulusan.

Ketua Forum Komunikasi PLPG Rayon X UPI Bandung, Adang Kurniawan mengatakan saat demo berlangsung, bahwa banyak peserta yang tidak lulus karena masalah nilai hasil ujian akhir PLPG, yang terdiri atas soal dalam bentuk pilihan ganda (SUTN) atau essay (SUTL).
“Padahal, peserta sudah melaksanakan UKA, PLPG, ujian dan remedial dua kali,” kata Adang, sebagaimana dikutip dari email Asep Iwan.
Adang mengaku heran ketika ujian yang harus diremedial adalah jenis SUTN, namun dalam pelaksanaan hasil remedial justru menyertakan kembali seluruh jenis soal ujian, termasuk soal SUTL (essay), sehingga dianggapnya kembali mengulang seluruhnya seperti semula.
“Mengapa yang diremedial itu hanya PG (SUTN), tapi hasil ujian menjadi tidak lulus-lulus, yaitu SUTN dan SUTL kembali seperti hasil pertama ujian PLPG pada hari ke-10. Sungguh tidak masuk akal, dan cara penilaian separti apa ini?,” tegas Adang.    
Penanggungjawab PLPG Rayon X UPI, Prof. Cucu dan Prof Uman Suherman sempat menanggapi aksi unjuk rasa para guru itu. Begitu pula, Sekretaris Rektor UPI, Prof. Human Sulaiman yang menjelaskan mengenai mekanisme penilaian kelulusan PLPG.
Demo di Istana Negara
Namun, oleh para guru, tanggapan para pejabat UPI tersebut dianggap cuma bersifat normatif sehingga kurang memuaskan atas tuntutan yang mereka ajukan. Sehingga, pada akhir Desember tahun lalu, perwakilan mereka melakukan hal yang sama, berunjuk rasa di depan istana negara, Jakarta.

Aksi yang diikuti sekitar 200-an guru itu menuntut hal yang sama pula, agar pemerintah mau meluluskan mereka yang dinyatakan tidak lulus oleh panitia Rayon X UPI.
“Intinya, di sini kita meminta diluluskan sertifikasi, dan kami tidak mau lagi mengikuti ujian lagi,” kata Budi, Koordinator Forum PLPG se-Jawa Barat, Rabu (26/12/2012), sebagaimana diberitakan di sini.
Mereka pun menuntut Kemendikbud agar tidak lagi menunjuk UPI sebagai penyelenggara PLPG pada tahun selanjutnya. Dalam penilaiannya, UPI dianggap tidak profesional dalam penyelenggaraan PLPG yang bermitra dengan empat kampus di Jawa Barat, yaitu Unswagati Cirebon, Uniku Kuningan, Unla Bandung dan STKIP Siliwangi Bandung.
“Kami sudah ikut ujian yang diselenggarakan oleh UPI, sampai ikut remedial juga. Tapi, sampai saat ini tidak diluluskan oleh pihak UPI. Sedangkan kami minta penjelasan kenapa kita tidak lulus, pihak UPI tidak mau memberikan  penjelasan,” tutur Budi.
Ketuk Kebijaksanaan
Agaknya, pihak Kemendikbud perlu memberikan tanggapan yang memadai agar ribuan guru yang mengadukan nasibnya ini bisa memiliki harapan kembali. Sebagaimana dijelaskan oleh Asep, saat ini banyak guru yang dinyatakn tidak lulus sertifikasi mengalami depresi, atau terkena sakit stroke karena beban psikologis, merasa malu tidak lulus-lulus ujian sertifikasi.
Akibatnya, lanjut Asep, banyak guru berusia di atas 50 tahun yang kebanyakan telah lama mengajar itu telah kehilangan semangat dalam mengajar di tengah potret guru yang ia sebut buram.
Kini, pihaknya hanya ingin mengetuk hati dan kebijaksanaan pemerintah untuk mau lebih menghargai pengabdian mereka yang cukup lama dengan tidak dikalahkan oleh semata-mata hasil ujian yang berlangsung sekitar satu jam saja.
“Profesionalisme seorang guru cukup ditentukan dengan 50-60 menit saja, tanpa memperhatikan standar proses kerja, pengabdian serta pengorbanan. Sudah tepatkah cara penilaian seperti ini?,” gugat Asep. *** [Srie]

8 komentar:

  1. saya turut berduka cita kepada guru kita yg bernama bpk. drs wawan setiawandi. dari kls 8d
    yang beranggota :zaen,dani,dede,aji,musa,dan bahrul.

    BalasHapus
  2. Bro...... hanya masalah ujian lokal yang tidak lulus,peserta bisa gugur, pada ujian nasional kan sudah lulus? coba kita amati soal ujiannya tulis lokal subjektif, memang sulit untuk penilaiannya. Apalagi berbagai individu cara argumentasi cukup variatif, yang penting intinya dan arah jawaban sama,walaupun berbagai argument. maka peserta PLPG berhak dan harus di luluskan semua, apabila Ujian nasional sudah lulus..... ya kan bro?.

    Sertifikasi memang belum menjamin mutu pendidikan,.....Mutu pendidikan tidak hanya pokus pada guru saja, namun semua elemen pendidik dan tenaga pendidik dan didukung sarana dan prasarana belajar. maka semua program sertifikasi harus di tinjau dan di kaji ulang. sehingga tidak menimbulkan kecemburuan pada tenaga pendidikan ( tenaga Administrasi sekolah, tenaga lab, dan tenaga perpustakaan) yang mereka bekerjasebagai yang non stop lembur. tidak dipikirkan oleh Pemerintah. kasihan.......bro. ............, bro,,,,, sehingga bila kita amati tenaga non pendidikan kaya TU, tenaga Lab dll. malas bekerja, karena cemburu sosial pada guru. bekerja hanya mengajar saja. stelah itu go home......kok penak men kamu.....bro....di Bandingkan TU, lab, perpustakaan dan operator. bekerja kalau urgent, pasti bekerja lembur bahkan sampai tidak pulang dari sekolahan ( mengerjkan pekerjaan sekolah tuntutan adminitrasi yang harus di kirim ke kementerian pendidikan dan kementerian Agama).....
    .

    BalasHapus
  3. Pembeerian tunajngan sertifikasi guru. seharus di tinjau ulang, di kaji ulang lagi. ....apakah benar dengan adanya sertifikasi guru dan dosen dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia?. Kemudian tolok ukurnya atau parameternya apa saja. Tolong di lihat sebelum adan program sertifikasi dan sesudah ada program sertifikasi... apa peningkatan kualitas penddikan ( sain teknologi dan moral generasi / peserta didik/ mahasiswa). utama masalah moral siswa dan mahasiswa ydan terlibat kenakalan remaja, pelacuran, kriminal dan narkoba, dan lainnya). berapa prosen generasi hasil dari didikan guru dan dosen yang sertifikasi menjadi pejabat berhadapan dengan korupsi, pelacuran,kriminal dlll

    BalasHapus
  4. Mungkinkah program diklat PLPG di PTN dan PTS itu sebuah kepentingan Proyek..........?. karena Per guru yang ikut serta PLPG di biaya oleh negara kurang lebih 2.5 juta. kali berapa puluh juta guru.......waah PTN dan PTs dapat untung banyak......ya itulah orang panda banyak akalnya....cara mencari Rizki.......

    BalasHapus
  5. Semua pendidikan dan tenaga pendidikan baik negeri maupun swasta.....perlu diberi tunjangan sesuai masa kerja dan tanggungjawabnya pada pendidikan.gak usah bedakan adanya program sertifikasi dan tidak sertifikasi. ya tetap mutunya gak ada bedanya........Mubadir.......bro..

    BalasHapus
  6. saya tidak prihatin kalau yang tidak lulus itu adalah peserta PLPG yang notebenenya katagori PNS, karena walaupun mereka tidak lulus mereka masih punya gaji yang besar dan tunjangan lainnya sehingga gaji mereka diatas rata-rata, yang perlu di perhatikan adalah guru GTT/ GTY yang tidak lulus sertifikasi, kasihan mereka dengan gaji di Swasta yang kebanyakan di bawah rata-rata mereka pasti serba kekurangan, dan salah satu penunjang kekurangan itu adalah TOPROF (tunjangan profesi) sertifikasi tersebut. jadi tidak layak dikasihani kalau guru PNS tidak lulus sertifikasi, dan lagipula saya rasa semua PLTK sama kok, gak ada bedanya, mereka semua tenaga pendidik untuk mendidik guru agar Profesional adalah pendidik yang telah di Seleksi terlebih dahulu. ya mungkin yang gak lulus itu emang ya dasarnya gak ngerti dan tidak belajar, kalau mau lulus ya tunjukkan kalau guru-guru yang tidak lulus itu emang bisa menjadi guru yang layak. kalau menjawab UTN dan UTL yang notabenenya sudah di jelaskan dalam PLPG oleh tutor masih gak bisa (padahal sudah ada dalam materi), ya berarti belum layak jadi guru Profesional, jadi jangan demo, karena itu bukan solusinya, solusinya adalah belajar lagi agar lulus tahun depannya. (yolies yongky nata, S.H.I, M.Pd.I)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masyak Allah....barangakali anda tidak pernah belajar dengan guru,sehingga anda bisa baca tulis dan berhitung seperti sekarang ini.
      semoga Anda slalu dalam lindungan Allah swt..

      Hapus
  7. KISAH NYATA PNS

    3 Kali Gagal di Seleksi CPNS Membuatku Semakin Termotivasi dan Akhirnya Berhasil
    Sampai sekarang PNS adalah profesi yang sangat diidam-idamkan oleh kebanyakan orang di Indonesia. Terbukti, setiap kali pemerintah membuka pendaftaran CPNS, peserta yang mendaftar selalu membludag.
    Menjadi PNS memang nikmat sekali rasanya. Wajar jika ribuan orang rela berdesak-desakan demi mendapatkan kursi PNS.
    Saya Akan Berbagi Cerita Nyata Dengan Kalian Semua, Kisah Sukses Seorang PNS.
    Mohon maaf mengganggu waktu dan rutinitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui KOMENTAR ini dan semoga bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS tahun 2012 yang lalu, dan Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di SD Negeri 1 BEKASI TIMUR, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 5 kali mengikuti ujian, namun hasilnya nol bahkan saya sempat putus asah, namun teman saya memberikan no tlp Bpk DR.SULARDI,MM beliau selaku kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian di BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur 13640 dan saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa,Hubungi Bpk DR.SULARDI,MM no HP Beliau: 0859-3298-8133 siapa tahu beliau masih bisa membantu anda untuk mewujudkan impian anda menjadi sebuah kenyataan.
    Sedikit Tambahan Bahwa tanggal 02 Desember 2014 kemarin saya melakukan komunikasi pembiciraan kepada beliau untuk bisa meluluskan adik saya sebagai CPNS ke PNS.
    Memang Pemerintahan Sudah mengeluarkan kebijakan mengejutkan, yakni melakukan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Selama 5 Tahun & Masalah Ini Sudah Saya Sampaikan Kepada Bpk DR. SULARDI,MM Beliau Hanya menyampaikan kepada saya selama kita masih berdiri diatas kaki sendiri maka tidak ada kata mustahil selama kita masih memiliki keyakinan & kerja keras untuk mencapai tujuan hidup ini. Walaupun selama 5 tahun tidak penerimaan CPNS, tetapi itu bukan hal yang bisa buat kita terjatuh, apapun itu. Dan beliau berkata selalu ada jalan selama kita mau melalui jalan itu, Terakhir Penyampaian beliau ke saya bahwa selama kamu Atau Teman, dan keluarga kamu membutuhkan saya UNTUK memasukkan Kamu sebagai PNS maka saya akan siap membantumu dan saya akan selalu ada pada posisi dimana tidak akan ada yang bisa menghalangi keputusan/kebijakan saya.

    -Terimakasih kpada Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku

    -Terimakasih untuk khususnya Bpk DR.SULARDI,MM beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor Bpk DR.SULARDI,MM No Hp 085-756-190-217

    Salam & Terimakasih

    BalasHapus