Senin, 14 Januari 2013

Sekolah Eks RSBI Mulai Hentikan Bahasa Inggris Sebagai Pengantar


Srie, -  Sepekan setelah keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mencabut dasar hukum penyelenggaraan sekolah berlabel RSBI/SBI, sejumlah sekolah yang dikenal elit dan berbiaya mahal itu mulai menghentikan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di kelas.
Di SMPN 1 Garut, Jawa Barat, misalnya, yang tergolong RSBI, kini telah meninggalkan penggunaan sistem bilingual pada kegiatan belajar mengajarnya. Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Garut Bidang Kurikulum, Witono, mengatakan, sejak Senin (14/1) ini, sekolahnya tidak lagi menerapkan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada guru dan siswa mengenai adanya perubahan tersebut sebagai konsekuensi dari keputusan MK, pekan lalu. Namun, secara umum proses pembelajaran masih berlangsung sebagaimana biasanya.
“Yang paling menonjol dari RSBI memang penggunaan Bahasa Inggris-nya sebagai pengantar di kelas. Dan, sepertinya langkah (penghentian) ini yang paling mudah dilakukan pertama. Sekolah memang belum bisa berubah secara keseluruhan karena masih menunggu perintah dari kemendikbud juga,” kata Witono, di Garut, Senin (14/1), sebagaimana diberitakan di sini.
Ia menambahkan, pengehentian inidilakukan pada pelajaran Matematika, Fisika dan Biologi yang selama ini menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Meski begitu, menurutnya, jam pelajarannya dialihkan menjadi praktek yang terkait dengan penerapan materi pelajaran yang tergolong MIPA tersebut.
Hal yang sama terjadi pada SMKN 1 Garut yang juga termasuk RSBI. Menurut Kepala Sekolahnya, Dadang Jorhar Arifin, usai dicabutnya dasar hukum RSBI oleh MK, saat ini intensitas penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di kelas menjadi berkurang.
Namun demikian, kata Dadang, sekolahnya akan tetap mempertahankan mutu pembelajaran, karena secara umum tidak akan terjadi perubahan kurikulum secara mendasar. Saat ini, pihaknya masih menunggu petunjuk langsung dari pihak kemendikbud pasca pembubaran satus RSBI.
Dalam putusannya, Selasa (8/1) pekan lalu, selain menilai RSBI berlaku diskriminatif, MK memandang penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama dalam proses pembelajaran di RSBI sebagai hal yang berlebihan.
Disebutkannya, penerapan Bahasa Inggris dalam pengantar setiap pelajaran di RSBI berpotensi dapat menjauhkan dunia pendidikan kita dari jati diri bangsa. Alasannya,  karena bahasa adalah bagian dari budaya bangsa. [Baca: MK:RSBI Bubar!] *** [Srie]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar