Sabtu, 16 Februari 2013

Ada 8 Kejanggalan, Kurikulum 2013 Ditolak

Srie, - Meski penerapan Kurikulum 2013 sudah dicanangkan secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) Boediono, Senin (11/2) lalu, namun suara penolakan atas pengganti Kurikulum KTSP 2006 itu masih terus berlangsung.

Jum’at (15/2) kemarin, Koalisi Tolak Kurikulum 2013 kembali menyatakan penolakannya atas rencana penerapan kurikulum baru itu yang akan dimulai pada bulan Juli mendatang. [Baca juga: 6 Alasan Koalisi Tolak Kurikulum 2013]

Salah seorang anggota Koalisi yang berasal dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Siti Juliantary mengatakan, sedikitnya ada 8 kejanggalan pada Kurikulum 2013 sehingga mereka melakukan penolakan.

Pertama, dalam melakukan perubahan kurikulum pendidikan, kata Siti, pemerintah menggunakan logika terbalik. Yaitu, kurikulumnya dulu diubah, kemudian merevisi PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

“Seharusnya, pemerintah merevisi PP 19 tahun 2005 dulu, kemudian baru menyusun dan menetapkan kurikulum baru. Bukan seperti saat ini, Standar Nasional Pendidikan mengikuti atau mengacu pada Kurikulum 2013,” kata Siti dalam konferensi pers, Jum’at (15/2) di Kalibata, Jakarta.

Kejanggalan kedua, lanjut Siti, pemerintah dinilai tidak konsisten dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sebagaimana diatur dalam Perpres nomor 5 tahun 2010 yang berdampak pada ketidakjelasan anggaran untuk perubahan kurikulum.

Ketiga, anggaran Kurikulum 2013 tidak terencana dengan baik, dan dinilai sering berubah-ubah. Keempat, Tidak ada evaluasi terhadap Kurikulum KTSP 2006. Kelima, panduan Kurikulum 2013 dinilai mengungkung kreativitas dan inovasi guru, serta adanya penyeragaman konteks lokal.

Keenam, target pelatihan guru melalui pola master teachers trainning dinilai terlalu ambisius, karena akan melatih ratusan guru hanya dalam waktu kurang dari 4 bulan. Ketujuh, bahan draft Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh pemerintah berbeda-beda. 

Kedelapan, ketersediaan buku bagi siswa masih kurang dari separuhnya yang selesai, sehingga persiapannya dinilai masih minim.

“Jadi, kami melihat ada kemunduran dalam perubahan kurikulum ini. Karena, yang bermasalah bukan kurikulum, tapi orang-orang yang terlibat langsung dalam belajar mengajar, itu yang harus diubah,” pungkas Siti. *** [Srie]

Catatan: Baca juga,

1. Wamendikbud Bantah Tudingan Logika Terbalik Perubahan Kurikulum

2. Dirjen Dikdasmen: Suara Sumbang Ada, Dukungan Kurikulum 2013 Jauh Lebih Banyak 

3. Mendikbud: Bukan Masanya Lagi Pro-Kontra Kurikulum 2013

4. Sekjen FSGI: Kurikulum 2013 Lucu dan Bingung, Ajarkan Disiplin Tiru Elektron



1 komentar:

  1. pak mentri kita ini kayak bukan orang yg mengerti pendidikan ya...jauh bgt pemikirannya dg saya sbg guru yg setiap hari bergelut dgn isswa, kykynya kurikulum 2013 hanya akan menambah rancu dunia pendidikan.sama sekali ga da nilai positifnya.tolong dikaji lagi pak mentri...

    BalasHapus