Selasa, 26 Februari 2013

Terlalu Sibuk Urus Kurikulum 2013, Pelaksanaan UKA 2013 Mundur


Srie, - Akibat terlalu sibuk mengurusi persiapan implementasi Kurikulum 2013, program uji kompetensi awal (UKA) guru calon perserta sertifikasi tahun 2013 terancam mundur.

Jika pada tahun 2012 lalu UKA dilaksanakan pada bulan Februari, maka hingga pekan terakhir bulan Februari tahun ini belum ada persiapan yang cukup serius.

Institusi yang selama ini menangani pelaksanaan UKA, yaitu Badan Pengembangan Sumber Daya manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP), hingga saat ini belum melakukan langkah-langkah persiapan yang cukup mencolok.

Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik BPSDMP-PMP, Kemdikbud, Unifah Rosyidi, mengakui bahwa pihaknya memang masih konsentrasi pada program penerapan kurikulum baru yang akan dimulai pada Juli tahun ini.

“Kita belum bisa menjelaskan soal persiapan pelaksanaan UKA (tahun ini). Belum ada persiapan signifikan UKA yang telah ditetapkan,” kata Unifah, Senin (25/2) kemarin, di Jakarta.

Unifah menambahkan, pada tahun  lalu UKA digelar pada tanggal 25 Februari. Sementara untuk saat ini, katanya, undangan untuk guru peserta UKA saja masih belum juga disebar.

“Undangan belum kita sebar, karena juga masih menunggu anggaran. Jadi, sabar dulu ya,” ujarnya.

Meski begitu, ia memastikan bahwa calon petensial peserta UKA 2013 adalah para guru yang tidak lulus pada UKA 2012.

Mereka yang tidak lulus UKA tahun lalu itu, kata dia, berjumlah 32.286 orang, yang saat ini masih menjalani penataran guru pasca UKA.

Unifah menyadari, bila pelaksanaan UKA tahun ini benar-benar mundur waktunya, dibandingkan dengan UKA tahun lalu, maka dapat berpotensi mempengaruhi program sertifikasi secara keseluruhan.

“Program sertifikasi yang diidam-idamkan guru, karena berujung pada pencairan tunjangan profesi itu juga akan mundur,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala BPSDMP-PMP, Syawal Gultom, memperkirakan pelaksanaan UKA 2013 akan mundur menjadi sekitar bulan Maret tahun ini.

Hal ini pun, ujarnya, masih dengan catatan, yakni tidak terganggu oleh pelatihan guru dalam penyiapan implementasi kurikulum baru.

Syawal meminta kepada para guru yang telah masuk dalam database calon peserta program sertifikasi 2013 untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Menurutnya, persiapan itu penting agar kejadian banyaknya guru yang gagal dalam UKA 2012 lalu tidak akan terulang lagi pada UKA tahun ini. 

Persiapan dan sosialisasi implementasi Kurikulum 2013 semakin intensif,  sejak Presiden SBY menginstruksikan Mendikbud, Mohammad Nuh pada rapat paripurna kabinet, Senin (18/2), pekan lalu, agar terus melakukan sosialisasi secara lebih massif lagi. *** [Srie]

1 komentar: